Satpol PP Tertibkan Gacong di Simpang Siligita Nusa Dua

Satpol PP Tertibkan Gacong di Simpang Siligita Nusa Dua
DIBINA - Jajaran Satpol PP Kutsel saat membina para gacong yang mangkal di simpang Siligita, Nusa Dua. DENPOST.id/ist

Kutsel, DENPOST.id

Pemandu wisata liar atau yang kerap disebut gacong kembali muncul di Kutsel. Aksi gacong sempat tiarap karena adanya kesepakatan bersama menindak gacong ini dan pandemi yang membuat wisata bahari tutup. Tapi belakangan, gacong kembali beraksi dengan mengejar mobil wisatawan dengan menggunakan motor. Terhadap kondisi ini, Satpol PP Kutsel turun tangan menertibkannya.

Menurut Danru Satpol PP BKO Kutsel, Wayan Suharyana, mengatakan, dari patroli yang dilakukan pada Sabtu (2/10/2021) lalu didapati sejumlah pemuda yang nongkrong di seputaran simpang Jepun Siligita Nusa Dua.

Menurut Suharyana ereka para gacong ini diketahui merupakan pemain lama yang dulu beberapa kali sempat ditertibkan. “Atas hal itu kami turun ke lapangan dan lakukan penertiban. Kami berikan mereka pembinaan dan teguran tertulis, setelah itu kami minta mereka untuk membubarkan diri,” terangnya, Senin (4/10/2021).

Jika para gacong ini membandel, Suharyana mengancam akan melaporkan hal itu kepada atasannya yakni Kasatpol PP Badung untuk ditindaklanjuti.

Baca juga :  Ludes Terbakar, Puluhan Lapak di Pasar Penarungan

Namun begitu menurutnya diperlukan upaya penuntasan dari sumbernya, yakni kalangan pengusaha. Karena sesuai dengan point kesepakatan bersama antara pengusaha, OPD dan tokoh yang dulu dilangsungkan di Kantor Camat Kutsel, salah satunya adalah agar pengusaha watersport tidak lagi memberikan “susuk” (fee) kepada para gacong ini. Karena keberadaan gacong selama ini  tidak lepas dari faktor tersebut. “Kalau masih ada usaha yang memberikan fee, gacong akan terus kucing-kucingan dengan kami di bawah. Jadi untuk menuntaskannya, perlu penanganan dari hulu seusai kesepakatan yang dulu dibuat di kantor camat,” sarannya.

Baca juga :  Tim SAR Temukan Korban Terseret Arus Pantai Dreamland

Camat Kutsel, Ketut Gede Arta, dihubungi terpisah mengakui munculnya kembali para gacong tersebut. “Mereka sudah diberikan pembinaan dan teguran tertulis agar tidak kembali melakukan hal itu,” imbuhnya.

Dikatakannya, munculnya  gacong tidak terlepas dari mulai bangkitnya pariwisata Bali. Terlihat dari adanya peningkatan kunjungan ke objek wisata. Melihat trend ini, lanjut Gede Arta, perlu dilakukan upaya dan langkah pengaturan bersama di lapangan. Terutama dari berbagai elemen, baik pemerintah, asosiasi, pengusaha dan masyarakat setempat dalam memberikan pelayanan wisata yang ramah dan nyaman kepada wisatawan.

Baca juga :  Seorang Anggota Polsek Gianyar Terpapar Covid-19

“Jangan sampai karena aktivitas oknum (gacong) yang kurang ramah kepada tamu, hal itu malah menjadi boomerang dan berdampak luas bagi sektor wisata tirta secara keseluruhan. Kita harus bersama-sama bergerak, menegur, membina dan mengedukasi mereka,” pungkasnya. (113)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini