Warga Jimbaran Pertanyakan Kabar Unud Bangun Asrama 6.000 Kamar

Warga Jimbaran Pertanyakan Kabar Unud Bangun Asrama 6.000 Kamar
Gedung Rektorat Universitas Udayana

Jimbaran, DENPOST.id

Warga Jimbaran mempertanyakan kabar rencana Universitas Udayana (Unud) membangun asrama dengan 6.000 kamar. Sebab, jika itu benar dilakukan, dikhawatirkan akan membunuh usaha kos-kosan milik masyarakat setempat.

Hal itu diungkapkan Bendesa Adat Jimbaran Bendesa, I Gusti Made Rai Dirga, Senin (4/10/2021). “Kalau informasi resmi memang belum kami terima. Tapi kalau dari media massa, rencana itu memang sempat kami baca,” terangnya.

Rai Dirga memaparkan, masyarakat Jimbaran menyambut baik hadirnya Unud sejak tahun 1986 silam. Dikatakannya, pembangunan universitas negeri di kawasan bukit ini diyakini akan membuka peluang bagi mereka untuk membangun usaha-usaha. Salah satunya adalah tempat kos. Dengan munculnya rencana tersebut, menurut Gusti Made Rai, kabar ini membuat masyarakat merasa khawatir.

“Jadi harapan kami, Unud bisa melakukan hearing atau sosialisasi terlebih dahulu. Jelaskan sebenarnya asrama itu akan seperti apa, atau mungkin ada hal yang melatarbelakangi. Misalnya kaitan dengan jumlah mahasiswa yang akan lebih banyak lagi, sehingga dirasa perlu membangun itu. Seberapa mendesak ini dibangun, itu belum juga kami pahami,” pintanya.

Baca juga :  Penumpang Bandara Ngurah Rai Turun 90 Persen

Masyarakat Jimbaran, diakuinya memang banyak yang bergelut pada usaha tempat kos. Mereka yang umumya tinggal di Banjar Mekar Sari, Angga Swara, dan Bhuana Gubug. Dikatakannya, warga ini banyak yang bergantung hidup dari usaha tempat kos mereka.

Kekhawatiran masyarakat ini juga diungkapkan seorang warga Jimbaran, I Made Sudira. Pascaberedarnya informasi tersebut, kata dia bahasa-bahasa kekhawatiran bahkan penolakan sudah mulai bermunculan di masyarakat.

Baca juga :  Praktisi Optimistis Pariwisata Segera Bangkit Jika Pemerintah Lakukan Ini

“Banyak masyarakat, utamanya yang memiliki tempat kos, gusar oleh hal ini. Mereka khawatir itu akan berdampak terhadap usaha tempat kos yang mereka miliki. Padahal selama ini, tempat kos menjadi usaha yang mereka andalkan untuk menggantungkan hidup,” bebernya.

Sudira yang juga seorang pengacara ini mendorong agar Unud melakukan evaluasi terhadap rencana tersebut dengan memperhatikan keberadaan masyarakat sekitar.

“Kami minta agar itu dievaluasi. Karena besar harapan masyarakat, keberadaan Unud tetap mampu memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Sampai saat ini informasi soal rencana tersebut memang kami dapatkan dari media. Karena itu pula, maka saya dorong agar Unud segera melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat jika rencana itu benar,” tandasnya. (113)

Baca juga :  Subak Ayunan Abiansemal Panen Perdana Padi Organik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini