Belum Divaksin dan Punya Komorbid, Puluhan Siswa Tak Bisa Ikut PTM

Belum Divaksin dan Punya Komorbid, Puluhan Siswa Tak Bisa Ikut PTM
HARI PERTAMA - PTM hari pertama di SMP Negeri 2 Amlapura.

Amlapura, DENPOST.id

Seluruh sekolah di Kabupaten Karangasem, Senin (4/10) menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Di hari pertama PTM, antusias siswa tampak terlihat di sejumlah sekolah. Salah satunya di SMP Negeri 2  Amlapura, di Desa Subagan, Karangasem. Menerapkan PTM dengan prokes ketat, sejumlah kebijakan diambil. Salah satunya siswa yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid dan belum divaksin belum diperkenankan ikut PTM.

Kepala SMP Negeri 2 Amlapura, I Wayan Gede Suastika, mengatakan, ada 41 siswa yang belum bisa ikut PTM. “Sekitar 10 orang di antaranya memiliki penyakit penyerta. Sisanya belum divaksinasi. Rata-rata yang belum divaksin karena umurnya belum genap 12 tahun,” ungkapnya.

Baca juga :  Stok Darah Menipis, Ratusan Personel Polres Karangasem Mendonor

Kendati telah menerapkan protokol kesehatan ketat, kebijakan ini tetap diambil untuk melindungi siswa dengan kondisi kesehatan khusus. Walau tak mengikuti PTM, pihak sekolah tetap memaksimalkan memberikan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). “Meski tidak PTM pembelajaran tetap maksimal. Kami sudah berbicara dengan orangtua untuk menjalin komunikasi intensif mengenai kondisi anaknya. Agar seluruhnya sama-sama terlindungi,” imbuh Suastika.

Total ada 1.156 siswa di SMP Negeri 2 Amlapura. Siswa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok bernomor absen ganjil dan genap. Siswa bernomor absen ganjil akan mengikuti PTM tiap hari Senin, Rabu dan Jumat. Sementara siswa bernomor absen genap tiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu. “Dalam sehari kami bagi dua shift. Pukul 08.00 hingga 09.45 Wita 20 siswa. Jeda satu jam untuk mempersiapkan sarana prokes selanjutnya pukul 10.45 hingga 12.30 Wita berlanjut 20 siswa lagi, ” papar Suastika.

Baca juga :  Bali Setop Rapid Test Gratis

Protokol kesehatan ketat diberlakukan dalam proses pembelajaran. Selain wajib masker, jaga jarak dan cuci tangan, kedatangan siswa juga dipecah ke dua pintu gerbang sehingga mencegah kerumunan. “Kami telah membentuk 18 guru yang menjadi satgas yang bertanggung jawab dan mengontrol pelaksanan prokes,” imbuhnya.

Salah satu siswa, Dewa Bagus Wiswa Dinata, mengaku sangat semangat mengikuti PTM hari pertama. “Sangat senang bisa bertemu teman dan berinteraksi langsung dengan guru,” ungkapnya. Mengenakan dua masker dan membawa sarana cuci tangan mandiri, Dewa berharap Pandemi lekas berlalu. “Kalau daring sering bermasalah dengan koneksi yang sering buat tidak jelas saat guru menjelaskan,” katanya. (yun)

Baca juga :  Terangkum Dalam Lontar dan Weda, Peneduh Jagat Hanya Dilakukan Ketika Darurat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini