Akibat Covid-19, Puluhan Anak Jadi Yatim dan Piatu di Klungkung

picsart 10 04 07.51.18
BERI BANTUAN - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung, saat memberikan bantuan kepada keluarga yang meninggal karena Covid-19, Senin (4/10/2021).

Semarapura, DENPOST.id

Selain berdampak terhadap perekonomian, pandemi Covid-19 juga telah menimbulkan dampak lainnya yang sangat luas. Salah satunya banyak anak yang harus menjadi yatim atau piatu lantaran orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

Untuk di Kabupaten Klungkung, ada 20 anak yang kehilangan orangtuanya lantaran meninggal karena Covid-19. Kini, mereka diasuh dan hidup bergantung pada bantuan sanak keluarga.

Seperti yang dialami Anak Agung Istri Dwi Wulanniati (45), warga Dusun Peninjoan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan. Saat ini, ibu rumah tangga ini harus merawat tiga buah hatinya seorang diri, setelah suaminya Anak Agung Gde Ngurah Putra meninggal karena Covid-19. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan makan ataupun sekolah anak-anaknya, AA Wulanniati yang tidak bekerja ini hanya bisa menggantungkan hidup pada sanak keluarganya.

“Sedih pasti, tapi saya beruntung mendapat dukungan keluarga, dari pemerintah juga melalui bantuan dari Dinas Sosial dan dapat BLT. Itu, sangat terbantu,” ujar AA Wulanniati, ketika disambangi petugas Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung, Senin (4/10/2021).

Baca juga :  Pencuri di Pura Dalem Digde Setra Bugbugan Sempat Kepergok, Polisi Amankan Ini

Selain kisah dari Desa Paksebali, kondisi serupa juga dialami keluarga Komang Agus Dian Putrawan yang beralamat di Banjar Pancoran, Desa Gelgel, Klungkung. Ayah dua orang anak ini, kehilangan sosok istrinya, Ni Made Restiani ketika mengandung buah hati kedua mereka. Sebelum meninggal, Ni Made Restiani yang hamil tujuh bulan dinyatakan positif Covid-19. Ia sempat menjalani perawatan selama beberapa hari di RSUD Klungkung, hingga akhirnya kandungan yang masih berusia tujuh bulan tersebut harus dilahirkan lebih dini.

Baca juga :  Tanggulangi Covid-19, Anggaran DPRD Klungkung Dipangkas Hampir Rp2 M

“Sebelum ibunya meninggal, bayi dalam kandungan yang masih berusia 7 bulan harus dikeluarkan,” ujar mertuanya, Ni Wayan Suryani, sambil menggendong bayi prematur yang kini sudah berusia satu bulan tersebut.

Menurut Ni Wayan Suryani kini dirinyalah yang mengasuh dua anak almarhum Ni Made Restiani. Bayi mungil tersebut sehari-hari diberi susu formula. Beruntung, meski terlahir prematur, kini kondisi bayi sudah normal dan dapat dirawat di rumah. “Kakaknya sekarang umurnya tiga tahun, saya juga yang asuh. Dibantu anak saya yang belum menikah,” ungkapnya.

Baca juga :  Octav Antrabez dan Ras Muhamad Rilis Single Lewat Hybrid

Sementara Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung, I Gusti Agung Putra Mahajaya mengatakan sepanjang pandemi Covid-19, ada sekitar 20 anak yang kehilangan sosok ibu atau ayahnya. Menindaklanjuti kondisi tersebut, kini Dinsos sedang mengupayakan bantuan bagi anak-anak tersebut. Di samping untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Kami sudah sempat turun. Nanti kami berusaha dorong agar dapatkan bantuan beasiswa. Saat ini, kami masih mencari formula, mengingat tidak semua keluarga yang kehilangan tulang punggungnya ini masuk dalam DTKS,” jelasnya, usai menyerahkan bantuan. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini