Karya Panca Wali Krama di Pura Luhur Uluwatu, Pamedek Diimbau Tak Abai Prokes

Karya Panca Wali Krama di Pura Luhur Uluwatu, Pamedek Diimbau Tak Abai Prokes
UPACARA – Upacara Panca Wali Krama di Pura Luhur Uluwatu. DENPOST.id/ist

Kutsel, DENPOST.id

Rangkaian Karya Panca Wali Krama di Pura Luhur Uluwatu sudah dimulai sejak tanggal 8 September 2021 lalu. Diawali dengan prosesi pakeling, nyukat genah, nanceb pangpang dan nyengker setra.

Sedangkan upacara ngungkab lawang dilaksanakan Minggu (3/10/2021) dilanjutkan ngingsah, Rabu (6/10/2021). Sedangkan puncak karya yang dilaksanakan 10 tahun sekali ini akan digelar pada tanggal 30 November 2021 mendatang.

Prosesi yang dilakukan secara terbatas tersebut dihadiri prajuru Desa Adat Pecatu, Puri Agung Jero Kuta dan Puri  Asem Celagi Gendong, serta beberapa pimpinan OPD terkait di Pemkab Badung.

Camat Kutsel yang juga selaku Sekretaris Panitia Karya, Ketut Gede Arta, Selasa (5/10/2021) memaparkan, agar berjalan baik terlebih di masa pandemi Covid-19, rangkaian Karya Panca Wali Krama Pura Luhur Uluwatu senantiasa mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Setiap proses dilakukan pengaturan peserta agar tidak terjadi kerumunan.

Baca juga :  Pemkab Badung Sosialisasikan Penggunaan Kain Tenun Endek

“Seperti saat prosesi ngungkab lawang (Minggu (3/10/2021), prosesi hanya diikuti oleh beberapa orang saja. Namun hal itu tidak sampai mengurangi esensi dan kesakralan upacara,” papar Gede Arta.

Dijelaskannya, dalam pelaksanaan Karya Panca Wali Krama Pura Luhur Uluwatu kali melibatkan Yadnyamana Karya, Pangrajeg Karya dan pelaksana.

Untuk unsur kepanitiaan karya berasal dari unsur Desa Adat Pecatu selaku Pangemong, Puri Jero Kuta dan Celagi Gendong selaku Pangempon dan pemerintah Kabupaten Badung selaku penanggungjawab kegiatan Pura Sad Kahyangan di Kabupaten Badung.

Terkait pengaturan tersebut, kepada umat atau pemedek yang akan tangkil diharapkan tidak mengabaikan prokes dan mengikuti arahan yang diberikan panitia.

“Selain disiplin menerapkan prokes, mereka yang tangkil juga kami harapkan datang sesuai pengaturan jadwal yang telah disiapkan. Hal itu semata demi kemanan, kenyamanan dan kelancaran prosesi karya,” saran Mantan Sekcam Kuta tersebut.

Baca juga :  BNI Serahkan 20 Paket Sembako untuk Warga Getasan

Apalagi status kawasan luar Pura Uluwatu juga merupakan ODTW yang juga ramai dikunjungi wisatawan.  Diharapkannya, dengan pengaturan tersebut para wisatawan bisa berkunjung dengan nyaman dan aman. Hal ini juga untuk memulihkan kondisi perekonomian masyarakat yang mayoritas bergantung di sektor pariwisata.

“Nanti kami juga siapkan tenaga medis yang siaga berjaga. Sekretariatnya masih kami siapkan,” ungkapnya.

Bendesa Adat Pecatu, Made Sumertha, menambahkan, sejauh ini prosesi karya berjalan lancar. Selain dilakukan pengaturan peserta serta mengimplementasikan prokes cegah Covid-19, sebelumnya telah dilakukan simulasi dan pematangan persiapan Karya tersebut. Pelaksanaan karya juga diawasi Jagabaya, pecalang, maupin OPD terkait dari Kabupaten Badung. Seperti Dinas Kebudayaan, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP Badung. “Karena pelaksanan karya sudah melakukan koordinasi dengan dinas terkait, jadi dalam pelaksanannya tidak ada kendala. Terlebih persiapan karya juga sudah dilakukan dari dulu,” bebernya.

Baca juga :  Aparat Kepolisian Awasi PTM di Seluruh Sekolah di Mengwi

Selain di Pura Uluwatu, sambung dia, rentetan karya juga mengambil lokasi di 7 pura prasanak Pura Uluwatu. Meliputi Pura Dalem Kulat, Pura Pererepan, Pura Dalem Selonding, Pura Dalem Pangleburan, Pura Karang Boma, Pura Goa Batu Metandal, dan Pura Goa Tengah.

Pihaknya juga mengimbau kepada umat atau pemedek yang kondisinya kurang sehat atau komorbid, agar tidak memaksakan diri untuk tangkil. Karena warga yang tidak bisa tangkil juga dapat meyasakerti dari rumah masing-masing. (113)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini