Kematian Dianggap Tak Wajar, Kuburan Kadek Sepi Dibongkar

picsart 10 05 06.00.33
DIBAWA - Jenasah Kadek Sepi dibawa ke krematorium usai diautopsi.

Amlapura, DENPOST.id

Setra Desa Adat Linggawana, Desa Kerta Mandala, Kecamatan Abang, Karangasem mendadak gempar, Selasa (5/10/2021). Jajaran Polres Karangasem membongkar kuburan salah satu warga asal Dusun Babakan, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, I Kadek Sepi (13).

Bersama tim Forensik dari RSUP Sanglah, jenasah Sepi yang meninggal pada, 21 September 2021, akan diautopsi. Hal ini dilakukan menyusul laporan salah satu kerabat yang menduga kematian pelajar kelas VI SDN 4 Purwakerti ini, tak wajar.

Waka Polres Karangasem, Kompol I Dewa Gede Anom Danujaya menuturkan hasil autopsi tak bisa langsung diketahui. “Awal mulanya ada laporan dari keluarga korban yang mencurigai kematian dari korban ini, sehingga kami mengambil langkah ini. Hasil autopsi belum bisa kami ketahui saat ini,” ujarnya.

Informasi menyebutkan, pelapor adalah paman dan sepupu korban yang sempat memandikan jenasah sepi pada, 23 September 2021. Saat dimandikan, di beberapa bagian tubuh jenasah ditemukan luka lebam. Tak hanya itu, leher korban juga diduga dalam kondisi patah. Pelapor menilai kondisi ini tak sesuai dengan keterangan orang tua korban yang menyatakan korban meninggal karena jatuh.

Baca juga :  Lagi, Satu Pasien di Karangasem Dalam Pemantauan

Sepupu sekaligus pelapor, Ketut Eka Putra (20) didampingi kuasa hukumnya, Nengah Suparni menuturkan ingin mengetahui secara pasti penyebab kematian korban. “Sebenarnya ini terjadi tidak sengaja. Korban meninggal pada, 21 September lalu. Saat proses pemandian jenasah, 23 september lalu, dilakukan dini hari. Karena saat itu, kondisi gelap saya ingin menyalakan senter yang ada di HP saya, ” ujarnya.

Keanehan sempat terjadi, tak sengaja HP yang dipegang Eka memotret bagian kepala dan leher korban. “Saat saya lihat kembali jelas di foto terlihat lebam. Berbicara pada kerabat lain yang ikut memandikan jenasah memang ditemukan beberapa hal yang tak wajar, ” ungkapnya.

Baca juga :  PHRI Minta Pemerintah Bantu Hotel Terdampak PPKM Darurat

Berbekal kecurigaan tersebut, Eka memberanikan diri melapor ke Polres Karangasem. Pihaknya ingin mengetahui dengan jelas sebab dari kematian korban. “Saya tidak melaporkan siapapun. Saya hanya ingin pihak kepolisian mencari tahu penyebab pasti kematian sepupu saya. Sebab, mustahil sekali sepupu saya masih sehat walafiat bahkan sempat bermain layang-layang sebelumnya tiba-tiba sore dikatakan meninggal,” ucapnya.

Sementara itu, orang tua korban, I Nengah Kicen membantah anaknya meninggal tak wajar. Ia menuturkan kejadiannya bermula saat Sepi berebut mainan robot-robotan dengan sang adik di teras rumah. Malang, sepi terpleset dan jatuh dengan posisi tengadah di halaman rumahnya. “Saat itu anak saya kejang-kejang keluar muntah dan mencret. Saya sempat mencari pertolongan dukun. Tapi sampai saya di rumah dukun, anak saya sudah dikabarkan meninggal, ” ucapnya.

Baca juga :  Di Karangasem, Denda Prokes akan Jadi PAD

Kicen menambahkan anaknya memang kerap mengeluh sesak. Namun, sebelum kejadian anak dalam kondisi sehat. “Sempat dulu dia kejang-kejang. Saya biarkan dia bangun sendiri. Tapi saat kejadian kemarin dia kejang dan langsung meninggal, ” ungkapnya.

Pantauan media di lapangan, proses autopsi Kadek Sepi dihadiri seluruh kerabat korban. Baik pelapor maupun kedua orang tua korban. Autopsi dilakukan langsung di lokasi kuburan Sepi selama 2 jam. Usai diidentifikasi, jenasah langsung dibawa ke Krematorium Pundik Dawa, Klungkung untuk dikremasi. (yun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini