Bali Rancang Open Border Berbasis Prokes Ketat

picsart 10 05 06.59.26
Gubernur Bali, Wayan Koster.

Sumerta, DENPOST.id

Seiring menurunnya kasus baru Covid-19 di Provinsi Bali, Gubernur Bali, Wayan Koster terus melobi pemerintah pusat agar mengijinkan Bali open border, atau menerima kunjungan wisatawan mancanegara.

Itu disampaikan Koster saat memberikan keterangan dihadapan media dalam jumpa pers di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Selasa (5/10/2021) siang.

Pertemuan itu, turut dihadiri Menteri BUMN, Erick Tohir.
“Sekarang momentumnya memang sudah memungkinkan untuk dilakukan pembukaan pintu untuk wisatawan mancanegara. Karena penanganan pandemi Covid-19 di Provinsi Bali sudah semakin membaik dilihat dari beberapa indikator,” ujarnya.

Indikator yang ia maksud, yakni munculnya kasus harian yang terus menurun hingga ke angka dua digit. Pada 4 Oktober 2021, kata Koster, angka positif sudah mencapai 52 orang lalu yang sembuh 125 dan secara komulatif tingkat kesembuhan sudah mencapai 96 persen.
Pasien yang meninggal yang sempat mencapai 50 orang perhari, sekarang atas upaya keras semua pihak dan dukungan pemerintah pusat, termasuk dukungan Panglima dan Pangdam sekarang yang meninggal sudah berada di satu digit.

Baca juga :  3 Pasien Covid-19 di Denpasar Meninggal

“Kita berharap akan terus membaik demikian juga positif rate di angka satu dan BOR juga turun drastis. Ini sudah situasi yang cukup stabil dalam beberapa Minggu ini. Kita amati terus,” ungkap Koster.

Karena itu, sudah diputuskan pada hari yang baik menurut kearifan lokal Bali pada, 14 Oktober 2021, akan dibuka penerbangan Internasional wisatawan mancanegara untuk masuk ke Bali.

Bali akan mulai selektif memilih wisatawan yang berkunjung ke Bali. Terutama untuk negara yang resiko Covid-19 rendah dan penerbangannya langsung ke Bali atau tidak ada transit.

Baca juga :  Ridwan Kamil Luncurkan Aplikasi beliBali, Wagub Harapkan Berkontribusi Pemulihan Ekonomi

Juga akan memakai syarat perjalanan, seperti sudah dua kali vaksin, kemudian harus tes PCR H-3 sebelum keberangkatan dan juga mengisi aplikasi EHAC yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi dan aplikasi welovebali. Demikian juga di Bandara Ngurah Rai, akan dites PCR, menunggu satu jam dan akan ditempatkan di hotel sementara selama delapan hari dan SWAB kembali. Jika negatif dipersilahan untuk berwisata di Bali atau pidah hotel.

Baca juga :  Togar Situmorang Berbagi Tips Cara Bersepeda Jarak Jauh

“Untuk kualitas hotel kita siapkan sama fasilitasnya, sudah memenuhi sertifikat CHSE dan berkelas atau biasa dipakai untuk wisatawan mancanegara. Walau istilahnya hotel sementara, namun tidak menutup kemungkinan bisa dihuni permanen selama berwisata ke Bali,” tuturnya.

Prokes di setiap hotel diterapkan dengan ketat, dengan petugas-petugas yang ditempatkan di semua titik sudah dibuatkan SP dan buku panduan. Kata dia, pemerintah pusat berharap agar pelaksanaan pariwisata harus sangat prudence, berhati-hati dan jangan sampai menimbulkan kasus baru, serta jangan ada lonjakan kasus baru, sehingga diperlukan penanganan yang baik. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini