Rilis SE No.18 Tahun 2021, Gubernur Koster Longgarkan Mall, Izinkan Kegiatan Agama dan Resepsi

koster1
Gubernur Bali Wayan Koster

Sumerta, DenPost

Penanganan pandemi covid-19 di Bali mulai menggeliatkan perekonomian masyarakat. Yang terbaru, Gubernur Bali Wayan Koster mengumumkan Surat Edaran (SE) Nomor 18 Tahun 2021 pada Rabu (6/10/2021) di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar.

Melalui kebijakan itu, Gubernur Koster mengevaluasi operasional mall dengan tetap menerapkan hal prinsip yakni protokol kesehatan (prokes), pembatasan maksimal 50 pengunjung dari kapasitas tempat, dan registrasi aplikasi ‘’PeduliLindungi’’.

Gubernur di antaranya mengizinkan pusat perbelanjaan buka maksimal hingga pukul 22.00. Pengunjung yang makan di rumah makan di pusat perbelanjaan, yang awalnya maksimal 30 menit, kini diperpanjang maksimal 60 menit. Bioskop di pusat perbelanjaan boleh buka dengan ketentuan jumlah pengunjung 50% dari kapasitas. Sedangkan tempat bermain anak-anak dan tempat hiburan di pusat perbelanjaan/perdagangan masih ditutup.

“Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan pemeriksaan terhadap semua pegawai, karyawan, dan pengunjung,” terangnya.

Pengujung pusat perbelanjaan juga wajib telah vaksin anticovid-19 hingga dosis dua. Sedangkan mereka yang berisiko tinggi terpapar, yakni warga usia di atas 70 tahun tidak diizinkan masuk pusat perbelanjaan atau pusat perdagangan. Pengunjung di bawah usia 12 tahun dibolehkan, asalkah sehat dan harus didampingi orangtua.

Baca juga :  Sosialisasi Empat Pilar, Mahasiswa Hindu Diajak Eling Nilai Pancasila

Ibu hamil juga diizinkan masuk mall dengan kondisi sehat dan telah divaksin dosis dua. Daya tarik wisata (DTW) alam, budaya, buatan, spiritual, dan desa wisata, dilakukan uji coba buka dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen. “DTW wajib menerapkan prokes sangat ketat dan menerapkan aplikasi PeduliLindungi di setiap pintu masuk. Pembatasan arus lalu-lintas ganjil-genap dicabut dengan tetap memperhatikan kapasitas keterisian fasilitas parkir,” beber Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Aktivitas keagamaan dan resepsi pernikahan diizinkan dengan mengatur jumlah petugas dan umat  maksimal 50 persen dari kapasitas atau 50 orang. “Resepsi pernikahan diizinkan dengan jumlah tamu maksimal dua puluh saat bersamaan,” terangnya.

Baca juga :  Pedagang Pasar di Denpasar Keluhkan Pedagang Bermobil

Diperiksa Berlapis

Mengenai wisatawan mancanegara (wisman) yang rencananya masuk Bali pada 14 Oktober 2021, menurut Gubernur Koster, bakal menjalani pemeriksaan berlapis di Bandara Ngurah Rai. Bersama pihak terkait, Pemprov Bali juga telah menyusun standar operasional prosedur (SOP). “Mulai dari syarat untuk bisa berkunjung ke Bali, kemudian di terminal kedatangan, aktivitas selama berada di Bali sampai kembali ke negara masing-masing,” tegasnya.

Salah satu syarat yang wajib dijalani wisman yakni menjalani karantina selama delapan hari di hotel yang disiapkan Pemprov Bali. “T idak diizinkan kurang dari delapan hari. Saya mengikuti itu karena memang kita harus sangat berhati-hati,” sambungnya.

Kebijakan itu telah dikoordinasikan dengan asosiasi jasa pariwisata, agar kebijakan itu dipahami guna mencegah lonjakan kasus baru covid-19 di Bali. Gubernur Koster menyebut seiring evaluasi, durasi delapan hari selanjutnya dapat dipersingkat. “Kalau pekan ke depan tidak terjadi masalah apa-apa, ya kita turunkan. Bisa jadi lima hari. Kalau aman lagi, bisa turun ke tiga hari,” bebernya.

Baca juga :  Dua Kali Jabat Kapolres di Bali, Ini Sosok Wakapolda Bali yang Baru

Mengingat karantina berlangsung delapan hari, maka durasi menetap wisman di Bali pun akan lebih lama. Kebijakan ini sekaligus menjaring wisatawan yang berkualitas dari segi waktu kunjung, daya beli dan menaati prokes.

Mengenai negara yang menjadi target pasar Bali pada awal open border meliputi Tiongkok, Korea, Uni Emirat Arab dan Thailand. Para wiswan yang datang ke Bali wajib naik penerbangan langsung dari negara mereka ke Bali.  “Syaratnya vaksin dua kali dan harus tes PCR h-3. Sampai di Bandara Ngurah Rai, menjalani tes PCR lagi. Setelah itu ke hotel, dan hari ke tujuh menjalani tes PCR lagi. Kalau negatif semua, barulah wisman boleh beraktivitas. Saya kira prokes harus sangat ketat,” tandas Gubernur Koster. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini