Wisman Masuk Bali Jalani Skrining Berlapis

picsart 10 07 08.16.41
Gubernur Bali, Wayan Koster.

Sumerta, DENPOST.id

Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan bersama Gubernur Bali telah memutuskan Bali akan mengujicobakan open border pada, 14 Oktober 2021. Hari tersebut, dipilih berdasarkan dewasa ayu di Bali.

Dalam penerapannya, Gubernur Koster menyebut wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali akan menjalani skrining berlapis. Bersama pihak terkait, pemprov juga akan menjalankan hal itu, sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Mulai dari syarat untuk bisa berkunjung ke Bali, kemudian terminal kedatangan, aktivitas selama berada di Bali sampai kembali ke negaranya masing-masing,” ujarnya, saat mengumumkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2021, di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (6/10/2021).

Salah satu syarat yang wajib dijalani wisman, yakni menjalani karantina selama delapan hari di hotel yang disiapkan Pemprov Bali. “Jadi tidak diijinkan kurang dari delapan hari. Saya mengikuti itu karena memang kita harus sangat berhati-hati,” sambungnya.

Baca juga :  Pengunjung Pantai Sanur Dites Rapid Antigen, Seorang Pelajar Positif

Kebijakan itu telah dikoordinasikan dengan asosiasi jasa pariwisata agar kebijakan tersebut dapat dipahami untuk mencegah lonjakan kasus baru di Bali. Ia menyebut, seiring evaluasi durasi delapan hari selanjutnya dapat dipersingkat.

“Kalau Minggu ke depan sudah tidak terjadi masalah apa-apa, ya kita akan turunkan. Jadi lima hari, aman lagi dan bisa turun ke tiga hari,” ujarnya.

Karena karantina berlangsung delapan hari, maka durasi menetap wisman di Bali akan lebih lama. Menurutnya, kebijakan ini sekaligus menjaring wisatawan yang berkualitas dari segi waktu kunjung, daya beli dan menaati prokes.

Baca juga :  Pekerja Pariwisata Wajib Dapat Perlindungan Jamsos Ketenagakerjaan

Terkait negara yang menjadi target pasar Bali di awal open border ini, meliputi China, Korea, Uni Emirat Arab dan Thailand. Para wiswan yang datang ke Bali wajib melakukan penerbangan langsung dari negara mereka ke Bali.

“Syaratnya vaksin dua kali, dan harus PCR h-3, sampai Bandara Ngurah Rai PCR lagi, setelah itu ke hotel sementara hari ke tujuh PCR lagi. Kalau negatif semua baru boleh beraktivitas. Saya kira sangat ketat protokol kesehatan,” pungkasnya. (106)

Baca juga :  KPK Minta Bali Tuntaskan Sertifikasi Aset

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini