OJK Serahkan 60 Ton Beras, Gubernur Koster Segera Salurkan ke Masyarakat

kostermu
TERIMA BANTUAN BERAS - Gubernur Bali Wayan Koster didampingi anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya menerima bantuan beras untuk krama Bali dari Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Giri Tribroto, Kamis (7/10/2021). (DenPost.id/ist)

Sumerta, DenPost

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara bersama Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi Bali serta industri menyerahkan bantuan beras ke Pemprov Bali dengan berat total 60 ton. Beras itu secara simbolis diserahkan ke Gubernur Bali Wayan Koster pada Kamis (7/10/2021) di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar.

Selanjutnya beras bantuan itu diserahkan ke kepala desa (kades) atau bendesa adat se-Bali untuk kemudian disalurkan ke masing-masing warga di wilayah masing-masing. “Bantuan sekecil apa pun, terlebih beras yang merupakan bahan pokok pangan masyarakat, akan sangat berarti dan sangat membantu di tengah pandemi covid-19 yang hingga saat ini belum juga berakhir,” ungkap Gubernur Koster.

Baca juga :  Soal Penerapan Tatanan Hidup Baru, Wandira : Peran Adat Signifikan

Dia mengaku sangat bangga dengan solidaritas sejumlah pengusaha, pimpinan lembaga keuangan, dan pimpinan partai politik, serta pimpinan organisasi, yang serta-merta mengerahkan pegawai dan staf untuk mengumpulkan bantuan bagi krama (masyarakat) Bali.  “Saya bangga dengan Bapak Agung Rai Wirajaya, anggota Komisi XI DPR RI, yang senantiasa menyiapkan saluran bantuan ke masyarakat Bali. Selain beliau juga banyak instansi, lembaga, organisasi, termasuk ASN, yang menyisihkan rezeki untuk sesama di Bali,” tegas Gubernur Koster.

Ditengah–tengah acara penyerahan, Gubernur minta kepada seluruh masyarakat agar menjaga diri supaya tidak sampai terpapar covid-19 lagi. Hal itu karena Bali bersiap-siap membuka diri untuk penerbangan dan pariwisata internasional pada 14 Oktober mendatang.

Baca juga :  Bengkel Las Terbakar, Segini Kerugiannya

Menurut Gubernur Koster, pandemi covid-19 yang melanda dunia hampir dua tahun ini menyebabkan pengangguran dan kemiskinan di Bali naik jika dibanding tahun 2019. Sekalipun masih terhitung paling rendah di Indonesia, namun kondisi ini kurang bagus untuk Bali. Perekonomian Bali yang merosot dan anjlok mengakibatkan masyarakat terkendala menjalani kehidupan, karena sebagian besar warga mengandalkan sektor pariwisata.

Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Giri Tribroto, menjelaskan bahwa selama pandemi covid-19, pihaknya berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan untuk mendukung percepatan pemulihan perekonomian Bali. Program restrukturisasi kredit telah dilaksanakan oleh seluruh industri dengan baik. Selain itu, OJK aktif membantu Pemda Bali untuk memvaksin masyarakat umum, ibu hamil, pelajar, dan penyandang disabilitas. Hingga sekarang lebih dari 27 ribu warga di Bali yang difasilitasi proses vaksinasinya.

Baca juga :  Pasien Positif Covid-19 Tetap, Pasien Sembuh Meningkat

Sedangkan anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya mengajak seluruh masyarakat Bali agar tetap menjaga imunitas tubuh, sehingga tetap sehat dan tidak terpapar covid-19. Dengan begitu, rencana dibukanya penerbangan bagi wisman pada 14 Oktober mendatang  terlaksana dengan lancar dan baik. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini