Polisi Dalami Perampokan Rumah di Sidembunut

OLAH TKP – Petugas melakukan olah TKP di rumah yang disasar rampok di Banjar Sidembunut, Cempaga, Bangli. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Sehari pascaperistiwa perampokan yang terjadi di satu rumah di Jalan Ambian Tihing Pucak Cemeng, Banjar Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Bangli, polisi masih belum bisa mengungkap pelaku. Jumat (8/10/2021), jajaran Satreskrim Polres Bangli masih melakukan penyelidikan dan pendalaman guna menguak pelaku perampokan di siang bolong tersebut.

Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, menerangkan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi termasuk saksi korban Ni Kadek Ardiasih (24), sebagai satu-satunya saksi kunci yang sebelumnya mengalami syok lantaran diikat kaki, tangan serta mulutnya disumpal oleh pelaku.

Baca juga :  "Jalur Tikus" Bertebaran, Polisi Lakukan Penyekatan Dua Lapis

“Kami sudah periksa delapan saksi. Kita juga  usahakan pemeriksaan korban, sekalian cek kondisi korban apakah sudah tenang apa belum. Mengingat sebelumnya korban masih syok pascakejadian apalagi mengalami perlakuan fisik berupa diikat dan disumpal,” jelas Dhana didampingi Kasatreksirim Polres Bangli, AKP Androyuan Elim.

Terkait jumlah pelaku, Agung Dhana menegaskan belum bisa disimpulkan. “Menunggu hasil pemeriksaan saksi korban. Sementara belum ada saksi lain yang melihat pelaku,” katanya.

Baca juga :  Seorang Pria Ditemukan Membiru di Dalam Mobil

Pun saat disinggung mengenai adanya korban mengalami luka fisik, baik pencabulan atau kekerasan sejenisnya, Kapolres menyebut sementara belum ada. Hal ini karena hasil visum belum keluar. “Hasil sementara sih tidak ada kekerasan fisik selain diikat dan disumpal. Namun kami masih menunggu hasil visum untuk memastikan,” paparnya.

 

Sebelumnya diberitakan, perampokan terjadi pada Kamis (7/10/2021) sekitar pukul 11.00 Wita. Menurut keterangan saksi, awalnya pelaku berpura-pura minta segelas air putih pada penghuni rumah yang saat itu kebetulan hanya sendiri.

Baca juga :  Rekayasa Perampokan, Ardiasih Terinspirasi dari Medsos

Tanpa curiga korban itu pun mengambilkan air. Mengetahui korban hanya sendiri, pelaku saat itu langsung mengikat tangan, kaki dan menyumpal mulut korban dengan selendang.

Setelahnya pelaku yang berbekal sabit mengobrak abrik, menjarah seisi rumah. Korban yang tak berdaya melawan ataupun minta tolong, memudahkan pelaku menggasak harta benda korban. Pelaku mengambil uang milik bapak korban sebanyak Rp 35 juta dan uang milik anaknya sebesar Rp 2 juta, 1 buah cincin emas. Sementara korban mengalami syok akibat kejadian tersebut. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini