Cari Pinang untuk “Melaspas”, Warga Tukad Sabuh Meninggal di Atas Pohon

EVAKUASI - Korban saat dievakuasi dari atas pohon.

Amlapura, DENPOST.id

Ajal tak bisa ditebak, hal tersebut yang dirasakan keluarga Nyoman Sumantra (48) warga asal Banjar Dinas Tukad Sabuh, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Karangasem. Tak ada yang menyangka, Sumantra yang sehat walafiat saat naik ke pohon kelapa dekat rumahnya, tiba-tiba ditemukan tak bernyawa di atas pohon, Jumat (8/10/2021).

Keponakan korban, Kadek Sila mengungkapkan Sumantra naik ke pohon kelapa untuk memetik buah pinang yang ada di sebelah pohon kelapa. “Kami akan menyelenggarakan upacara melaspas sanggah. Paman saya (korban-red) ini ingin mencari sarana upacara. Di antaranya kelapa daksina dan buah pinang. Kata istrinya, paman saya naik sekitar jam 8 pagi di pohon pertama,” ujarnya.

Baca juga :  Ratusan Tabung Gas Dalam KMP Dharma Rucitra III Diduga Diselundupkan Penumpang

Sempat diingatkan keluarga untuk tak memanjat, Sumatra tetap melakukannya. Ia memanjat dua pohon, pertama pohon kelapa di depan rumahnya untuk mencari kelapa daksina. “Kedua paman saya naik ke pohon kelapa cukup tinggi. Membawa sebuah galah, ia ingin nganget pinang dari atas pohon kelapa, ” ungkapnya.

Karena sempat dilarang keluarga, Sumatra hanya berpesan kepada sang istri , I Wayan Ranis bahwa ia akan naik pohon. “Lama tak kunjung datang, istri paman saya ingat karena cucunya menangis meminta mencari kakek. Lalu ia mencari ke tegalan. Ditemukan paman saya dalam kondisi tak sadar di atas pohon, ” jelasnya.

Baca juga :  Warga Baluk Jatuh ke Sumur Sedalam 20 Meter

Sempat histeris, sang istri, Ranis lantas meminta pertolongan ke rumah. Beberapa kerabat sempat mencoba naik menolong kakek empat cucu ini. Salah satunya, Wayan Dirga. Bahkan ia sempat naik membawa balsem untuk korban. “Saya naik, bawa balsem. Karena kami masih mengira almarhum hanya pingsan. Tapi begitu sampai di atas saya pegang nadinya sudah tidak ada. Dadanyapun sudah dingin, ” jelasnya.

Mendapati hal tersebut dan evakuasi yang sulit, kerabat lantas meminta pertolongan pada Basarnas Karangasem. Tim gabungan yang terdiri dari Damkar Karangasem, BPBD, TNI/Polri dan Basarns langsung berjibaku melakukan penyelamatan.

Baca juga :  Longsor di Nongan, Satu Tewas

Dikonfirmasi secara terpisah, Kordinator Pos SAR Karangasem, Gusti Ngurah Eka menuturkan evakuasi berlangsung cukup lama. Langkah pertama keponakan korban naik untuk mengikatkan tali. Selanjutnya tim penyelamat naik menggunakan ascend mechanical system, setelah itu korban diturunkan dengan cara menggunakan system Lowering. Korban akhirnya berhasil diturunkan sekitar pukul 12.00 Wita.

Kini jenasah masih disemayamkan dirumah duka. Pihak keluarga masih melakukan rembug, mengingat saat ini di keluarga korban masih menyelenggarakan upacara pernikahan dan melaspas. Sebab, kematian korban belum jelas. Diduga ia mengalami kelelahan karena memanjat dua pohon sekaligus. (yun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini