Perampokan di Sidembunut Direkayasa karena Kepepet Kembalikan Uang Mertua

OLAH TKP - Polisi, saat melakukan olah TKP perampokan rumah di Banjar Sidembunut, Cempaga, Bangli, di saat pelaku Kadek Ardiasih yang pura-pura syok dan ditenangkan anggota keluarga yang lain.

Bangli, DENPOST.id

Kasus perampokan yang terjadi di sebuah rumah di Jalan Ambian Tihing Pucak Cemeng, Banjar Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Bangli, Kamis (7/10/2021), akhirnya terkuak. Korban Ni Kadek Ardiasih (24) yang juga sebagai terduka pelaku berhasil menipu seisi keluarga termasuk aparat kepolisian, dengan membuat laporan palsu.

Sebab, peristiwa perampokan yang dialaminya ternyata hanya rekayasa belaka.

Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan dikonfirmasi, Minggu (10/10/2021) mengungkapkan terungkapnya kasus yang menggemparkan masyarakat Bangli ini lantaran penyidik mendapat banyak kejanggalan yang tak sesuai dari fakta yang ditemukan, setelah dilakukan penyelidikan.

“Berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan pada hari Jumat lalu, kami menemukan beberapa kejanggalan, baik di TKP maupun dari keterangan korban,” kata Kapolres.

Baca juga :  Atribut Merah-Putih Sepi Pembeli

Di mana, keterangan yang disampaikan Kadek Ardiasih terdapat banyak kejanggalan berupa hasil visum yang tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, alat-alat yang digunakan pelaku berupa sabit dan kayu tidak ada penyesuaian di TKP. Terkait hasil itu, sehingga rim Opsnal Polres Bangli mencurigai bahwa korban telah merekayasa peristiwa pencurian yang dialaminya.

“Dan setelah dilakukan interogasi, Kadek Ardiasih mengakui bahwa pencurian uang dan perhiasan emas milik mertuanya tersebut dilakukan oleh dirinya sendiri, namun yang bersangkutan merekayasa peristiwa tersebut seolah-olah dirinya adalah korban, seperti kronologis awal yang disampaikannya,” urai mantan Kapolres Mappi, Papua ini.

Baca juga :  Dipenuhi Lumpur, Akses Jalan Perbatasan Terganggu

Drama perampokan itu, sengaja dilakoni Kadek Ardiasih untuk menipu semua anggota keluarganya terutama sang mertua, I Nyoman Nila (59) yang sekaligus pemilik semua uang yang diambilnya tersebut. Dia mengbil uang milik mertuanya sebesar Rp26.360.000, dengan alasan digunakan untuk mengganti uang tabungan milik mertuanya yang sudah dihabiskan sebelumnya.

“Pelaku bingung untuk mengganti uang tabungan milik mertuanya yang disimpan di KSP Sari Merta, sebab uang tabungannya yang disimpan mertuanya juga habis dipergunakan pelaku. Jadi, dia lagi mengambil uang mertuanya dengan maksud untuk menutupi uang tabungan yang diambil sebelumnya, tapi dengan cerita kena rampok,” beber AKBP Agung.

Baca juga :  Di Karangasem, Denda Prokes akan Jadi PAD

Akting Kadek Ardiasih cukup totalitas. Selain merekayasa cerita palsu agar lebih meyakinkan petugas, dirinya juga pura-pura mengalami syok akibat disekap dan diikat pelaku perampokan. Dirinya juga memiliki ekstra tenaga untuk memporakporandakan seisi rumah supaya menandakan ke pihak keluarga dan polisi jika perampokan itu benar adanya. “Ternyata dia (pelaku) sendiri yang merampok mertuanya,” ujarnya sembari tertawa.

Berdasarkan pembahasan terhadap fakta-fakta, keterangan saksi-saksi, maka Kadek Ardiasih disangkakan melanggar Pasal 362 KUHP atau 367 KUHP atau 220 KUHP, dengan ancaman pidana selama-lamanya 5 (lima) tahun penjara. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini