Periksa Keterangan Saksi Korban, Hakim Lanjutkan Sidang Zainal Tayeb

picsart 10 12 08.05.09
SIDANG LANJUTAN - Terdakwa Zainal Tayeb, saat menjalani sidang lanjutan, Selasa (12/10/2021)

Denpasar, DENPOST.id

Terdakwa Zainal Tayeb, kembali menjalani sidang lanjutan terkait perkara dugaan menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik. Sidang yang menghadirkan saksi korban, Hedar Giacomo Boy Syam digelar secara daring di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (12/10/2021).

Sidang yang dipimpin hakim I Wayan Yasa sempat terjadi adu argumentasi, antara saksi korban dengan tim penasihat hukum terdakwa Zainal Tayeb. Hingga akhirnya, majelis hakim sempat beberapa kali memberikan peringatan agar fokus ke agenda persidangan bukan malah debat kusir. “Berikan jawaban satu-satu, kalau sudah selesai baru dijawab,” ujar hakim saat sidang.

Baca juga :  Kembali, 2 Orang Pasien Covid-19 di Denpasar Meninggal

Dalam kesaksiannya, Hedar Giacomo membeberkan awal mula kerjasama pembangunan villa yang diperkarakan. Menurut saksi korban, berawal pada 25 September 2017, dia menemui terdakwa Zainal Tayeb hingga terjadi percakapan mengenai materi yang akan dituangkan dalam Akta Perjanjian Notaris dan terdakwa menyampaikan kepada saksi korban akan menjual tanah dengan luas keseluruhan 13.700 meter persegi, dengan harga permeter Rp4,5 juta.

Itu akan menjadi salah satu klausul dalam perjanjian kerjasama pembangunan dan penjualan. Saksi korban menyetujui dan menyanggupi membayar tanah milik terdakwa. Saat itu, saksi korban percaya kepada terdakwa bahwa total luasan tanah tersebut benar memiliki luas 13.700 meter persegi.

Baca juga :  PMI Asal Denpasar Wajib Karantina 28 Hari

Namun, setelah dilakukan pembayaran dan dilakukan pengecekan tanah ternyata luasnya tidak sama dengan yang tertera pada akta. Hedar Giacomo pun mengatakan dirinya merasa ditipu oleh Zainal. Dikatakan Hedar, dalam akta otentik No. 33, Zainal menyebut luas tanah yang ada dalam delapan sertifikat seluas 13.700 meter persegi. Harga tanah per meter dihargai Rp4,5 juta. “Setelah saya membayar Rp 61,6 miliar dan luas tanah saya cek, luas asli hanya 8.892 meter persegi. Saya rugi Rp21 miliar,” terang Hedar Giacomo.

Baca juga :  Tekan Masalah Sosial Akibat PKM, Jumlah Petugas Mesti Ditambah

Terkait permasalahan beda luas tanah, Hedar Giacomo mengatakan sudah beberapakali menanyakan, baik ke notaris dan ke terdakwa. Karena menurut Hedar Giacomo tidak ada iktikad baik dari terdakwa, dirinya pun melayangkan somasi. “Malah Pak Zainal minta pelunasan pembelian tanah dan rumah di Australia yang tidak ada kaitannya dengan perkara,” papar Hedar Giacomo. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini