Mahasiswa Asal Lampung Edarkan SS Senilai Rp 2 M

ancam mati 1
TERSANGKA - Petugas BNNP Bali saat menunjukkan tersangka Medi Sanjaya alias Kimo (kanan).

Kereneng, DENPOST.id

Medi Sanjaya alias Kimo (21) digerebek Tim Brantas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali di salah satu home stay di kawasan Renon, Denpasar Selatan, Rabu (6/10/2021). Dari lokasi, selain menangkap pria asal Lampung itu, petugas juga mengamankan satu kilo gram lebih sabu-sabu (SS) yang ditaksir senilai Rp 1 miliar.

Kepala BNNP Bali, Brigjen Gde Sugianyar Dwi Putra, didampingi Kabid Brantas BNNP Bali, Putu Agus Arjaya, mengatakan, Kimo mengaku masih kuliah semester VII di Lampung. “Tersangka tinggal menyusun tugas akhir kuliah. Namun dia mengaku tidak memiliki biaya, dan akhirnya dia ditawari pekerjaan di Bali oleh seseorang berinisial Ay dengan upah yang sangat besar,” kata Sugianyar yang mengutip pengakuan tersangka.

Baca juga :  SMP Negeri Siapkan Kuota 20 Persen bagi SiswaTerdampak Covid-19, Ini Syaratnya

Tersangka lantas meninggalkan kuliahnya dan berangkat ke Bali. Seluruh biaya keberangkatan termasuk tempat tinggal di Bali ditanggung oleh Ay. “Dua bulan lalu tersangka tiba di Bali dan tinggal di salah satu home stay di Renon. Dan sebelum berangkat, tersangka telah mengetahui disuruh mengedarkan narkoba. Karena upahnya besar hingga puluhan juta rupiah, tersangka menerima pekerjaan itu,” beber Sugianyar.

Dilanjutkannya, Tim Brantas BNNP Bali lantas menerima informasi jika ada transaksi SS di kawasan Renon, Denpasar Selatan. Petugas lantas menindaklanjuti informasi tersebut hingga akhirnya keberadaan tersangka Kimo diketahui. “Anggota kami melakukan pengintaian atau pengawasan terhadap tersangka Kimo dari beberapa hari sebelum ditangkap,” kata Sugianyar.

Baca juga :  Tekan Kredit Macet, BPD Dambakan Ini

Akhirnya, pada Rabu 6 Oktober 2021 sekitar pukul 13.00, tersangka Kimo mengambil paket yang berisi SS di tong sampah dekat home stay. “Usai mengambil paket, tersangka masuk ke dalam rumah. Kemudian kami langsung menggerebek home stay yang tersangka tinggali,” imbuh mantan Kabid Humas Polda Bali ini.

Petugas BNNP Bali yang melakukan penggeledahan, menemukan satu bendel plastik yang berisi 1 kg SS di dalam kamar tersangka. Tak hanya itu, petugas juga menemukan timbangan digital. “Kami masih dalami keterangan tersangka. Termasuk memburu Ay yang diduga sebagai bandar. Dan tersangka mengaku hanya berhubungan dengan Ay melalui HP,” tegas Sugianyar.

Baca juga :  Sempat Diakui Menantu, Identitas Siti Masih Misterius

Sugianyar menambahkan, SS itu diyakini dikirim dari Jakarta melalui jalur darat. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 atau Pasal 112 Ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini