Nihil Pasien, Isoter RSJ Bangli Ditutup Sementara

tutup 1
CEK KONDISI - Satgas Covid-19 Bangli saat mengecek kondisi Gedung Diklat RSJ Bali di Bangli yang dipersiapkan sebagai tempat isolasi terpusat bagi pasien OTG di Bangli, beberapa waktu lalu. DENPOST.id/dok

Bangli, DENPOST.id

Satgas Penanganan dan Penanggulangan Covid – 19 Bangli menonaktifkan atau menutup sementara tempat isolasi terpusat (isoter) di Gedung Diklat Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali yang ada di Kabupaten Bangli. Sebab, seiring penurunan pasien Covid-19 di Bangli, ruang isoter itu pun sejak beberapa hari terakhir kosong atau nihil pasien.

“Karena memang sudah tidak ada yang menempati, sehingga secara fisik sudah tutup. Tapi secara resmi belum. Karena memang isoter itu tetap harus selalu disediakan,” kata Humas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, Kamis (14/10/2021).

Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan laporan dari Tim Isoter RSJ tanggal 7 Oktober, isoter sudah nemulangkan tiga orang pasien terkonfirmasi Covid-19. Dengan pulangnya tiga orang tersebut, maka di isoter RSJ sudah tidak ada lagi orang tanpa gejala (OTG) yang diisolasi. “Selanjutnya tim medis membuat laporan untuk melakukan penutupan, dan atas instruksi lisan Ketua Satgas, isolasi terpusat sementara ditutup,” jelas Dirgayusa.

Terkait proses penutupan, lanjut mantan Camat Kintamani ini, tim medis membuat laporan kepada Ketua Satgas  dan selanjutnya diperintahkan untuk melakuka proses berita acara penyerahan gedung kepada RSJ. Di mana salah satu klausulnya, jika nanti terjadi lonjakan kasus, gedung tersebut kembali dimanfaatkan sebagai tempat isoter. Sebagai gantinya, sekarang isoter desa masih dimanfaatkan maksimal. “Tenaga kesehatan yang selama ini bertugas di isoter sudah tidak lagi di sana. Hanya petugas jaga yang masih,” sebutnya.

Baca juga :  Puluhan Sapi Mati di Desa Ulian, Kintamani

Sedangkan untuk isoter yang dibangun di desa-desa, kata Kadis Kominfosan Bangli ini, sampai saat ini tetap jalan.  “Untuk sementara kalau ada yang terkonfirmasi positif, kita arahkan ke isoter desa. Kecuali kalau membeludak, isoter kabupaten baru akan kembali dibuka,” tegasnya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Bangli, I Ketut Gde Wiredana, juga mengakui isoter RSJ Bali telah nihil pasien sejak lima hari terakhir. Dengan kondisi tersebut, Wiredana mengaku telah mengusulkan kepada Bupati Bangli selaku Ketua Satgas Covid-19 Bangli untuk menonaktifkan tempat isoter di RSJ. Sebab walapun tidak ada pasien, petugas gabungan dari Dinas Kesehatan, BPBD, Satpol PP, TNI, Polri dan relawan PMI tetap melaksanakan penjagaan di posko.

Baca juga :  Seorang Balita di Apuan Terpapar Corona

Tindak lanjut dari itu, pihaknya berencana untuk lebih mengintensifkan isoter di desa. “Selain itu, apabila dibutuhkan tempat terpisah untuk isolasi, maka warga bisa memanfaatkan beberapa tempat yang telah disediakan. Di antaranya rumah jabatan Kapolsek Susut dan Kapolsek Bangli, serta rumah dinas Kodim,” jelasnya.

Agar kasus positif Covid-19 terus menurun, baik Wayan Dirgayusa maupun Gde Wiredana mengingatkan masyarakat agar senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) 6M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjaga imun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. (128/suryaningsih)

Baca juga :  Kunjungi Pasar Kidul, Wakapolres Bangli Bagikan 100 Masker

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini