Jembrana Kampanyekan Stop Kekerasan Anak

picsart 10 14 06.36.27
STOP KEKERASAN - Pemerintah kabupaten Jembrana, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPA-PPKB) mengkampanyekan stop kekerasan pada anak, dengan menggelar pelatihan khusus untuk mengantisipasi kekerasan terhadap anak.

Negara, DENPOST.id

Kasus kekerasan terhadap anak masih terjadi di Kabupaten Jembrana. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPA-PPKB) mengkampanyekan stop kekerasan pada anak dengan menggelar pelatihan khusus untuk mengantisipasi kekerasan terhadap anak.

Pelatihan yang menghadirkan enam orang narasumber, salah satunya Kepala Kejaksaan  Jembrana, Triono Rahyudi , dibuka secara resmi Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, di Aula Jimbarwana, Kamis (14/10/2021).

Kepala Dinas PPPA-PPKB, Ni Kade Ari Sugianti mengaku kalau kasus kekerasan kepada anak selama 2 tahun terakhir sejak 2020-2021, mengalami kenaikan. ”Tahun 2020, kasus kekerasan kepada anak sebanyak 10 kasus. Sementara sampai September tahun 2021, kekerasan kepada anak terdapat 13 kasus. Dari 13 kasus yang ada, yaitu KDRT sebanyak tujuh kasus, kekerasan seksual dan kriminal masing-masing tiga kasus,” ujarnya.

Baca juga :  Pembatasan Penyeberangan Non Logistik Jam Malam Dicabut

Ari Sugianti juga mengatakan pelatihan yang dilaksanakan dua hari dan berakhir, Jumat (15/10/2021).

Sementara Bupati Jembrana, I Nengah Tamba di sela-sela membuka secara resmi pelatihan mengatakan saat ini kekerasan kepada anak kerap terjadi, bahkan di Kabupaten Jembrana sejak tahun 2020 sampai tahun 2021, justru kasus
kekerasan di Jembrana mengalami kenaikan. “Tentu ini perlu kita sikapi dengan serius. Beberapa hari terakhir ini saya mendengar dan melihat di media, seorang anak mengalami kekerasan justru dilakukan oleh orang tuanya sendiri, bahkan kekerasan itu sampai menimbulkan korban jiwa terhadap anak itu sendiri. Kejadian itu, sungguh sangat disayangkan dan sangat menyedihkan,” ujarnya.

Baca juga :  Kuota Terpenuhi, KPU Jembrana Tutup Pendaftaran PPK

Dihadapan peserta, bupati asal Desa Kaliakah ini minta agar kedepan kader yang telah mengikuti pelatihan ini mampu memberikan perhatian dan juga sebagai influenser di masyarakat. Sebagai seorang kader terlatih, bupati minta agar meningkatkan sosialisasi ke masyarakat, sehingga kekerasan kepada anak kedepan dapat di minimalisir. ”Peserta ini tentu mempunyai tugas yang mulia. Namun demikian, amanah ini tentu harus dilandasi dengan kerja keras, hati dan jiwa yang tulus. Dengan semangat yang kuat dilapangan, kekerasan terhadap tunas-tunas bangsa ini nantinya mereka akan terhindarkan dari kekerasan,” harapnya. (c/120)

Baca juga :  Ini Fasilitas Gedung RSU Negara yang Baru Diresmikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini