Gubernur Koster Resmikan ‘’Open Border’’ Internasional

kosterku

Sumerta, DenPost.id

Gerbang masuk ke Bali bagi wisatawan mancanegara (wisman) resmi dibuka kembali pada Kamis (14/10/2021) di tengah pandemi covid-19. Kebijakan ini disetujui pemerintah pusat setelah Bali mampu mengendalikan pandemi.

Pembukaan ditandai dengan jumpa pers oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) bersama Forkompinda Bali di pintu kedatangan internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Pada tahap awal ini, Bali hanya menerima kunjungan wisman dari 19 negara. Koster menjelaskan bahwa wisman dari negara-negara yang dibolehkan ke Bali harus memenuhi sejumlah persyaratan keberangkatan. Persyaratan itu di antaranya  sudah vaksinasi lengkap (dua kali suntik), mempunyai hasil negatif uji swab PCR H-3 sebelum keberangkatan, mengisi aplikasi e-HAC internasional yang diintegrasikan dengan aplikasi ‘’PeduliLindungi’’ dan aplikasi ‘’Love Bali’’.

Mereka juga wajib punya asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal 100.000 dolar AS yang mencakup pembiayaan penanganan covid-19. Tak hanya itu. pesyaratan kedatangan di Bandara Ngurah Rai juga harus dipenuhi yakni harus menunjukkan dokumen yang terisi lengkap sesuai aplikasi e-HAC, persyaratan keimigrasian, dan mengikuti uji swab PCR.

Baca juga :  Buka Saat Hari Baik, Pengunjung Taman Ujung Mulai Berdatangan

“Waktu menunggu hasil uji swab PCR sekitar satu jam. Selama menunggu, wisatawan berada di zona yang ditentukan oleh Otoritas Bandara, dan tidak diizinkan keluar,” terang Koster.

Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng, ini juga memaparkan bila hasil tes PCR positif (tanpa gejala, gejala ringan, sedang, dan berat), maka wisatawan dibawa ke rumah sakit (RS) yang ditentukan Pemprov Bali untuk menjalani perawatan atau isolasi. Sedangkan sisman yang hasil tes PCR-nya negatif, maka dibawa ke hotel yang ditentukan Pemprov Bali untuk menjalani karantina selama lima hari. Selama itu, wisman hanya boleh beraktivitas di wilayah hotel. Pada hari ke-4, wisman kembali mengikuti tes swab PCR. Bila hasilnya positif (tanpa gejala, gejala ringan, sedang, dan berat), maka wisman dibawa ke RS untuk dirawat atau diisolasi. Bila hasilnya negatif, wisman bisa pindah hotel dan melakukan aktivitas ke destinasi wisata.

Baca juga :  Badung Siap PPKM Darurat, Vaksinasi Capai 108 Persen

Pemprov Bali telah menetapkan 35 hotel untuk karantina dan penginapan bagi wisman yang telah mengantongi sertifikat standar CHSE. “Biaya uji swab PCR, isolasi atau perawatan di RS dan karantina di hotel, menjadi tanggung jawab wisatawan,” tandas Gubernur Koster.

Sedangkan Wagub Cok Ace, yang juga selaku Ketua BPD PHRI Bali, menyatakan Bali siap menerima kunjungan wisman. Wagub menyampaikan tiga komponen pendukung kesiapan Bali menerima kunjungan wisman di tengah pandemi covid-19 yang belum sepenuhnya berakhir yakni pengusaha pariwisata, masyarakat, dan pemerintah. Menurutnya, pelaku usaha khususnya yang bergerak di industri pariwisata telah melakukan sejumlah persiapan antara lain mengikuti sertifikasi Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE) atau kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Saat ini tercatat 1.576 tempat usaha, termasuk daerah tujuan wisata (DTW), yang telah mengantongi sertifikat CHSE. Selain itu, pengusaha aktif menyukseskan pemanfaatan aplikasi ‘’PeduliLindungi’’ yang digencarkan pemerintah. (wir)

Baca juga :  Badung Siapkan Data Penerima BLT DD Tahap Dua

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini