Sebulan, 51 Pengedar Narkoba Diringkus

narkobaku

Padangsambian, DenPost.id

Situasi sulit di tengah pandemi covid-19, agaknya menyebabkan sebagian warga nekat berbisnis narkoba, karena cukup menggiurkan. Buktinya dalam sebulan saja, puluhan penyalahguna narkoba ditangkap Satuan Resnarkoba Polresta Denpasar. Dari jumlah itu, seorang di antaranya instruktur surfing dan mahasiswa yang mengedarkan lebih dari 1 kg ganja.

Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan, Kamis (14/10/2021), mengungkapkan bahwa pihaknya mengungkap 36 kasus narkoba dengan 51 tersangka. Kasus narkoba itu diungkap pada awal September hingga pertengahan Oktober ini. “Penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polresta Denpasar terus meningkat. Sebagian besar yang kami tangkap adalah pengguna sekaligus pengedar,” tegas Jansen, didampingi Kasat Resnarkoba AKP Losa Lusiano Araujo.

Baca juga :  Kasus Setubuhi Siswi SMP Jadi 11 Tersangka

Dia menambahkan dari tangan ke-51 tersangka, diamankan barang bukti (BB) berbagai narkoba di antaranya lebih dari 1 kg ganja, 175,6 gram sabu-sabu (SS), ratusan butir ekstasi, dan 4,62 gram tembakau gorila. “Dari 36 kasus narkoba yang kami ungkap, enam di antaranya kasus menonjol yang melibatkan delapan tersangka,” beber Jansen.

Salah satu kasus menonjol yang diungkap Polresta Denpasar yakni pengiriman 1 kg ganja dari Aceh pada 27 September 2021. Tersangka pengedarnya bernama Rulif (18). Instruktur surfing itu ditangkap bersama temannya, Faris (23), yang berstatus mahasiswa di Pecatu, Kuta Selatan (Kutsel). “Keduanya mengaku mengedarkan ganja karena terlilit masalah ekonomi setelah tidak ada wisatawan yang bermain surfing,” tambah Jansen.

Baca juga :  Pedagang di Pasar Wangaya Keluhkan Pembeli Sepi

Kedua tersangka mendapat ganja dari seseorang yang tinggal di Aceh, kemudian dikirim melalui jalur darat. “Diselundupkan dengan cara pengiriman paket melalui Sumatera, lalu menuju Jawa, dan masuk Bali,” tegasnya.

Ganja tersebut lalu dipecah-pecah, kemudian diedarkan kembali dengan cara ditempel di pinggir jalan berdasarkan instruksi bandar. “Kedua tersangka mengaku mendapat upah Rp 500 ribu untuk sekali tempel. Kami masih mengembangkan kasus ini dan mengejar sang bandar,” tegas Kombes Jansen.

Dia menambahkan bahwa ada delapan orang yang menjadi target juga ditangkap. Kedelapan tersangka itu punya BB yang cukup banyak salah satunya pasangan suami-istri (pasutri) yakni Putri (21) dan Rommy (25). Kedua tersangka kedapatan menyimpan paket SS dengan berat total 42,46 gram. “Ini bagian dari target kami setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Paling lama sudah tiga bulanan (mereka beraksi),” ungkap Jansen.

Baca juga :  Hari Ketiga Pencarian Pemancing, Nelayan Temukan Mayat Mengambang

Untuk menghentikan laju peredaran narkoba, pihaknya terus melakukan berbagai cara dan menjalin kerja sama terutama dengan BNN dan Bea-Cukai ataupun instansi lain. “Pengawasan di lapangan terus kami lakukan, baik bersama BNN pusat maupun Bea-Cukai. Hal ini dilakukan untuk menghentikan penyalahgunaan narkoba,” pungkas Jansen. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini