Kasus Terus Turun, Isoter akan Dihentikan

picsart 09 19 03.28.20
Bupati Karangasem, I Gede Dana.

Amlapura, DENPOST.id

Angka kasus Covid-19 yang terus menurun di Kabupaten Karangasem, membuat ratusan kamar isolasi terpusat (isoter) kosong. Bahkan, data terakhir menyebutkan keterisian isoter tinggal 3 orang. Kondisi ini membuat Pemerintah Daerah Karangasem berencana untuk menghentikan isolasi terpusat.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karangasem, I Gede Dana. “Angka kasus terus menurun. Bahkan, kalau dibanding kabupaten lain di Bali, kita terendah,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Terkait itu, pihaknya berencana akan berhenti melakukan isoter. “Mungkin kita akan mengarahkan untuk melakukan isolasi di tingkat desa yang melibatkan peran perangkat desa, ” ucapnya.

Mengenai teknis pelaksanaanya, Dana mengaku masih akan membicarakan. “Apakah nanti tiap yang terpapar Covid-19 akan diisolasi ke rumah kosong yang dipersiapkan pihak desa, atau pihak keluarga yang sementara pindah. Semua masih kami bicarakan,” ungkapnya.

Baca juga :  Kematian Babi Juga Terjadi di Samuh, Peternak Enggan Melapor

Kendati telah direncanakan, Dana berharap tak ada lonjakan penambahan kasus. “Kami tetap berharap warga sehat. Maka kami tetap mengimbau menerapkan prokes ketat. Dan tetap melaksanakan di mana saja, kapan saja agar kita segera zona hijau dan ekonomi dapat kembali pulih, ” harapnya.

Selain kasus yang telah menurun, penghentian isoter juga karena dibukanya kembali penerbangan internasional. Dana ingin mengembalikan fungsi hotel untuk menyambut wisatawan. “Siapa yang mau menginap kalau di sebuah hotel masih ada warga positif yang diisolasi. Kami mempertimbangkan untuk menghentikan isoter di hotel, agar pihak hotel dapat kembali mempersiapkan diri menyambut wisatawan,” papar Bupati asal Desa Datah ini.

Baca juga :  Musim Kemarau, Sebagian Desa di Karangasem Diprediksi Kekeringan

Selain hotel, pemerintah sebelumnya juga menggunakan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sebagai tempat isoter. Dengan dimulainya PTM ini, pihaknya juga akan menghentikan penggunaan SKB. “Kasihan jika tak bisa PTM siswa yang biasa belajar di sana. Kami berharap tak ada lonjakan kasus,” sambungnya. (yun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini