Kapolda Bali Cek Forum Sipandu Beradat di Bangli

316609544383101
SIPANDU BERADAT - Kapolda Bali saat mengecek Sipandu Beradat (Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat) Kabupaten Bangli. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Selain penanganan Covid-19, desa adat saat ini diharapkan bisa menjadi acuan dalam mengatasi segala macam masalah yang terjadi termasuk kriminalitas di Bangli. Hal ini sebagai upaya mencegah permasalahan itu berkepanjangan. Hal ini pula menjadi perhatian Kapolda Bali, Irjen Putu Jayan Danu Putra.

Jenderal asal Bangli ini secara langsung memimpin Apel Pengecekan Forum Sipandu Beradat (Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat) Kabupaten Bangli. Apel digelar di Halaman Mapolres Bangli, Jumat (15/10/2021). Turut hadir Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan; Forkompimda Kabupaten Bangli, Majelis Desa Adat Kabupaten Bangli.

Putu Jayan mengatakan, Apel Kesiapan Forum Sipandu Beradat merupakan implementasi Pergub Bali Nomor 26 Tahun 2020 tentang Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat. Selain itu juga berlandaskan Perkap Kapolri Nomor 4 tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa.

“Pergub ini muncul dalam rangka menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya serta untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia niskala-sekala sesuai dengan visi pembangunan daerah Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Di mana melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali Era Baru, diperlukan sistem pengamanan lingkungan masyarakat secara terpadu,” tegas Kapolda.

Baca juga :  Cek Sekolah Jebol, Ini yang Dilakukan Bupati

Mengingat Kabupaten Bangli sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Bali, menurutnya sangat penting agar masyarakat Bali khususnya masyarakat Kabupaten Bangli menjaga ketertiban, serta keamanan daerahnya, guna mewujudkan rasa aman dan nyaman baik bagi masyarakat maupun para wisatawan. “Sipandu Beradat harus berperan aktif dan dapat memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan hal tersebut,” titahnya.

Forum Sipandu Beradat melibatkan peran dari masing-masing aparat keamanan, mulai dari aparat Desa Adat, atau pun aparat dari TNI dan Polri. “Intinya adalah proses penyelesaian masalah secara baik, tertib, dan efektif. Selain itu agar permasalahan di desa adat dapat terselesaikan melalui forum ini dan tidak berkepanjangan, serta masing-masing unsur yang ada di dalamnya seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas dan juga Pecalang Desa Adat melaksanakan perannya masing-masing,” jelasnya.

Baca juga :  Di Bangli, Ribuan Lembar Arsip Dimusnahkan

Menurutnya, Sipandu Beradat dapat mengawasi serta mengendalikan masalah yang ada di daerahnya masing-masing, seperti mengantisipasi kelompok-kelompok atau oknum ormas (organisasi masyarakat) yang mempertontonkan tindakan-tindakan kekerasan. “Kekerasan dan premanisme sangat berpotensi mencoreng nilai keajegan Bali,” pangkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda
juga menyerahkan bantuan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BLTPKLW) kepada perwakilan pedagang kaki lima dan warung. Selain itu juga diserahkan bantuan kursi roda kepada masyarakat yang mengalami kelumpuhan akibat musibah yang dialaminya. (128)

Baca juga :  Petani di Subaya Curi Besi di Proyek Pembuatan Bak Penampungan Air

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini