Koster Perjuangkan Bali Bebas Blank Spot

picsart 10 05 06.59.26
Gubernur Bali, Wayan Koster.

Sumerta, DENPOST.id

Gubernur Bali, Wayan Koster, terus berupaya menuntaskan persoalan untuk memajukan Bali. Salah satunya memperjuangkan Bali bebas blank spot atau daerah yang tak terjangkau jaringan internet.
Dia menyebut Bali tidak lama lagi akan menuju pulau tanpa area blank spot untuk jaringan internet. Itu dia sampaikan sesaat setelah menerima audiensi Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) Provinsi Bali di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (15/10/2021).

Tahun 2022 program tersebut sudah akan berjalan dengan koordinasi dari Bappenas dan Kementerian Kominfo RI serta pemerintah provinsi. Dia memprediksi tahun 2023 jaringan internet di Bali akan makin maju.
“Jadi, Bali era baru banget yang sesuai dengan visi saya yakni Bali smart island. Dan tentunya semua sektor akan mengalami transformasi digital, mulai dari kesehatan, kepariwisataan, semua akan menuju digitalisasi. Yang pasti semua wilayah di Bali harus terjangkau jaringan,” ujarnya.

Baca juga :  Ngamuk dan Bawa Sajam, ODGJ Diamankan Satpol PP

Dengan dukungan infrastruktur dan fasilitas, secara spesifik Koster mendorong agar masyarakat di pedesaan untuk semakin melek teknologi informasi yang utamanya juga guna menggerakkan ekonomi kerakyatan dipadukan dengan teknologi digital.

“Ekonomi kita di Bali banyak yang bersumber di desa, jadi kita ingin di tingkat desa ekonomi makin bergerak dengan bantuan fasilitas digital. Anak-anak mudanya kita dorong untuk memanfaatkan ini. Ini kita polakan dan buatkan sistemnya,” imbuhnya.

Baca juga :  Gianyar, Adnyanawati dan Kutha Dilarang Gunakan Unsur PDIP

Kehadiran relawan TIK menurut Gubernur juga bisa berperan besar dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat dalam transformasi digital. Dia berterima kasih dan mendukung penuh relawan bisa membantu memberdayakan masyarakat.
Dia meyakini, dengan fasilitas dan infrasrtuktur, dengan masyarakat yang menguasai teknologi informasi, akan hebat Bali ini.

Sebagai langkah nyat, akan segera dilakukan MoU dengan perguruan tinggi untuk mengerahkan mahasiswanya lewat KKN tematik di bidang teknologi, agar mahasiswa turut membantu pemberdayaan teknologi kepada masyarakat di desa-desa, di komunitas-kominitas, pedagang pasar dan lainnya.

Baca juga :  Meski Sempat Ditolak, Siswa Bisa Daftar PPDB Kembali

Sementara itu, Gede Putu Krisna Juliharta, selaku Ketua Relawan TIK Provinsi Bali, mengaku bersyukur program riil Gubernur Koster sesuai dengan keinginan para relawan untuk terus melaksanakan pemberdayaan Teknologi informasi di masyarakat.
“Dengan dukungan bapak Gubernur tentu besar harapan kami gerakan ini bisa lebih masif dan lebih menjangkau masyarakat di desa untuk literasi digital,” katanya. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini