Diduga Ancam Warga, Oknum Pegawai BUMN Dipolisikan

ancam
LAYANGKAN DUMAS - I Made Wirawan (paling kiri) didampingi kuasa hukumnya seusai melayangkan pengaduan masyarakat (dumas) ke SPKT Polda Bali, Kamis (14/10). DenPost.id/ist

Kereneng, DenPost.id

Warga asal Kuta, I Made Wirawan (48), melayangkan pengaduan masyarakat (dumas) ke SPKT Polda Bali, Kamis (14/10). Dia merasa diancam oleh oknum polisi berpangkat jenderal bintang satu berinisial IW dan kasus dugaan pemerasan oleh wanita yang berstatus pegawai BUMN berinisial AL.

Melalui penasihat hukum R.Reydi Nobel, I Made Wirawan membeberkan dugaan ancaman dan pemerasan itu berawal dari masalah utang-piutang. Sata itu Wirawan meminjam uang ke AL senilai Rp 2 miliar untuk membantu usaha sang adik dengan jaminan sertifikat tanah seluas 500 meter persegi di Seminyak, Kuta. “Setelah kena biaya administrasi dan lain-lain, klien kami hanya menerima uang Rp 1.480.000.000 dengan tempo waktu pelunasan tiga bulan,” ungkap Reydi Nobel kepada wartawan usai melapor ke polda.

Baca juga :  Jenazah Orok Hanyut di Tukad Lobong

Mengingat pandemi covid-19, terjadilah keterlambatan pembayaran hingga jatuh tempo, Nyoman Sutara tak mampu melunasi utangnya sehingga tanah milik Made Wirawan diambil oleh AL. Sekitar Mei 2021, AL dan IW memaksa Wirawan menandatangani kesepakatan baru yakni utang Rp 2 miliar itu harus dibayar jadi Rp 9 miliar. Dia akhirnya mau menandatangani kesepakatan karena diancam ditenggelamkan di kolam oleh IW. “Bagaimana ceritanya utang Rp 2 miliar disuruh bayar Rp 9 miliar? Klien kami ini diancam dan ditagih dengan cara kasar dan menandatangani kesepakatan di bawah ancaman sehingga melapor ke Polda Bali,” ungkap R.Reydi Nobel.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi ketika dimintai konfirmasi wartawan mengenai laporan ini belum memberikan respons. (yan)

Baca juga :  Selasa, 197 Orang Terpapar Covid-19 dan Satu Pasien Meninggal di Denpasar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini