Tiga Desa Masih Terisolir, Penanganan Material Longsor Masih Berlangsung

picsart 10 17 11.29.31
SALURKAN BANTUAN - Penyaluran bantuan melalui jalur Danau Batur menggunakan spead boat akibat akses jalan masih lumpuh.

Bangli, DENPOST.id

Sehari setelah musibah gempa yang disusul longsor, Minggu (17/10/2021), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli, bersama tim gabungan dari unsur TNI, Polri, pemda dan relawan masih melakukan penanganan sebagai dampak dari musibah di Kintamani tersebut. Penanganan berupa pembersihan dan evakuasi material longsor di jalan sebagai akses menuju Desa Terunyan, Desa Batudinding dan Desa Abang Songan.

Sebab ketiga desa tersebut, hingga saat ini masih terisolir.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa menyebutkan sementara ini ada tiga lokasi daerah rawan yang terisolir. Desa Terunyan yang terdiri dari lima dusun dengan total warga 2.716 jiwa, Dusun Dukuh, Desa Abang Batudinding dengan 750 jiwa atau 217 KK dan Dusun Abang, Desa Abang Songan yang dihuni 46 KK.

“Untuk akses longsoran di jalan menuju tiga desa saat ini sedang dilaksanakan proses pembersihan menggunakan alat berat Dinas PU. Mudah-mudahan cuaca mendukung, sehingga penanganan dengan cepat bisa teratasi,” ucapnya.

Baca juga :  216 ODHA Terdeteksi, Suwirta Ajak Masyarakat Tutup Kafe Remang-remang

Sembari itu, tim gabungan juga sudah menggelontorkan bantuan sembako dan bahan makanan lainnya terhadap warga. Pembagian bantuan ini dipusatkan di Desa Terunyan. Pemberian bantuan ini dilakukan sejak Sabtu kemarin, dari jajaran Polres Bangli melalui jalur Danau Batur menggunakan spead boat.

“Kemarin ada sekitar 100 paket bantuan sembako sudah kami berikan. Dan sekarang juga masih berlangsung disusul pula dari pihak lain,” sambung Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan.

Baca juga :  Proyek Pemeliharaan Jalan di Susut Amburadul

Sementara terkait tempat pengungsian, sejak Sabtu malam sudah kosong. Meskipun masih ada kekhawatiran adanya gempa atau longsor susulan, warga yang sebelumnya berada di pengungsian memilih kembali ke rumah masing-masing. “Tempat pengungsian kosong, mereka sudah balik. Warga yang rumahnya rusak dan belum bisa ditempati, memilih menginap di rumah kerabatnya. Imbauan untuk selalu waspada juga tetap kami berikan salah satunya dengan memilih untuk tidur di luar rumah, pintu rumah atau kamar dalam keadaan tidak terkunci,” tandasnya. (128)

Baca juga :  Sebelum Ibadah Paskah, Polres Bangli Sterilisasi Gereja

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini