Mantan Sekda Buleleng Ditahan

puspaka tahan 1
DITAHAN - Tersangka Dewa Ketut Puspaka yang digiring menuju mobil tahanan dan dibawa ke Lapas Kelas IIA Denpasar atau LP Kerobokan.

Denpasar, DENPOST.id

Mantan Sekda Kabupaten Buleleng yang menjadi tersangka dugaan kasus gratifikasi sejumlah pembangunan di Buleleng, Dewa Ketut Puspaka (58), akhirnya ditahan penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Senin (18/10/2021). Tersangka yang diduga melakukan korupsi senilai Rp 16 miliar itu sempat lolos dari penahanan saat ditetapkan sebagai tersangka sejak akhir Juli 2021 lalu.

Tersangka ditahan usai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 10.00. “Usai menjalani swab antigen, Puspaka yang didampingi penasihat hukumnya digiring menuju mobil tahanan dan dibawa ke Lapas Kelas IIA Denpasar atau LP Kerobokan,” kata Kasipenkum Kejati Bali, Luga Harlianto.

Baca juga :  Megawati Tunjukkan Cintanya ke Prajurit TNI Lewat Desain Karangan Bunga

Menurut Luga, dalam kasus ini, Dewa Puspaka dijerat Pasal 11 dan pasal 12 huruf e atau huruf a, b dan g UU Tipikor dan Pasal 3, 4 dan 5 UU nomor 8 tahun tahun 2010 tentang pencegahan dan penindakan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Sudah resmi ditahan di Lapas Kerobokan selama 20 hari ke depan,” imbuhnya.

Luga melanjutkan, Dewa Puspaka diduga menerima gratifikasi dalam sejumlah pembangunan. Di antaranya, izin pembangunan Bandara Bali Utara di Buleleng tahun 2018. Gratifikasi diduga diterima dari beberapa orang dalam rangka membantu percepatan izin pembangunan bandara di pusat. Penyerahan uang gratifikasi dilakukan 3 tahap selama periode 2018-2019.

Baca juga :  PKM di Denpasar, Siapkan Identitas Diri, Surat Kerja dan ID Card

Selain itu, Dewa Puspaka juga diduga menerima gratifikasi dalam pengurusan izin pembangunan Terminal LNG di Desa Celukan Bawang. Terakhir, dia juga diduga menerima gratifikasi terkait penyewaan lahan tanah di kawasan Yeh Sanih, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng yang dilakukan suatu perusahaan periode 2015-2019.

Sementara Aspidsus Kejati Bali, Agus Eko P, mengatakan, total gratifikasi yang diduga diterima Dewa Puspaka sejak tahun 2015 hingga 2020 mencapai Rp 16 miliar. “Pemberi gratifikasi ada dari perorangan dan perusahaan. Gratifikasi untuk pembangunan Terminal LNG sekitar Rp 13 miliar, sementara untuk izin pembangunan Bandara Bali Utara sekitar Rp 2,5 miliar,” terang Agus Eko. (124)

Baca juga :  PPKM Darurat, Masyarakat Buleleng Boleh ke Tempat Ibadah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini