Setahun, Jutaan Batang Rokok dan Ribuan Botol Miras Ilegal Masuk Bali

botol 2
BARANG ILEGAL - Petugas Bea Cukai Bali Nusra, Bea Cukai Ngurah Rai dan Bea Cukai Denpasar memusnahkan barang ilegal bernilai miliaran rupiah.

Kuta, DENPOST.id

Jutaan batang rokok serta ribuan botol minuman keras berbagai merk dan barang-barang lainnya dimusnahkan di halaman Kanwil Bea Cukai Bali dan Nusa Tenggara, di Jalan Airport Ngurah Rai, Tuban, Badung, Senin (18/10/2021) siang. Barang ilegal bernilai Rp 1,8 miliar itu merupakan hasil penindakan di bidang kepabeanan dan cukai selama setahun terakhir yakni 2020 hingga September 2021.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB dan NTT, Susila Brata mengatakan, barang ilegal yang dimusnahkan, di antaranya 1.879.340 batang rokok, 6.600 gram tembakau iris, 62 botol ditambah 11.450 gram hasil pengolahan tembakau lainnya, 1.827 botol ditambah 6 jerigen minuman beralkohol, 724 buah botol kaca kosong serta 674 paket yang terdiri dari obat-obatan, pakaian bekas, MMEA, bagian tubuh binatang atau hewan yang dikeringkan, bibit tumbuhan, spare part yang menyerupai senjata api, spare part kendaraan, anak panah, alat pancing, sex toys, aksesoris, alat elektronik, makanan, barang cetakan. “Barang ilegal yang dimusnahkan diperkirakan bernilai kurang lebih Rp 1.837.063.070,” ucapnya, usai pemusnahan yang dihadiri Kapolda Bali, Irjen Putu Djayan Danuarta; Kepala BNNP Bali, Brigjen Gde Sugianyar Dwi Putra dan pejabat lainnya.

Baca juga :  Jumlah Pasien Covid-19 Dalam Perawatan Terus Menurun

Menurut Susila, barang ilegal yang dimusnahkan merupakan hasil dari penindakan yang dilakukan petugas Bea Cukai Bali Nusra dan Bea Cukai Denpasar berdasarkan Hasil Tembakau (HT) dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) yang tidak dilekati pita cukai atau dilekati pita cukai palsu. “Barang-barang yang beredar itu melanggar ketentuan UU No. 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Dan barang itu didapat dari hasil penegahan yang dilakukan Bea Cukai Ngurah Rai atas barang kiriman yang melewati Kantor Pos dan melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT) yang tidak diselesaikan kewajiban kepabeanannya,” bebernya.

Susila mengatakan, pemusnahan berbagai jenis barang yang tidak sesuai ketentuan tersebut, bertujuan untuk menekan angka peredaran barang ilegal. Termasuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dan industri dalam negeri yang mematuhi ketentuan pemerintah terkait kepabeanan. “Penindakan dan pemusnahan semacam ini diharapkan dapat memberikan efek jera terhadap pelaku serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan atas peredaran dan konsumsi barang ilegal,” katanya. (124)

Baca juga :  Bali Teratas Dalam IKIP Secara Nasional

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini