Terdampak Gempa, Warga Ban Berharap Dapat Bantuan Mendirikan Usaha

runtuh 1
RUNTUH - Nuada saat mengumpulkan reruntuhan bangunan usaha salonnya.

Amlapura, DENPOST.id

Meski banyak rumah rusak parah, bahkan ada yang rata dengan tanah, sebagian besar warga terdampak gempa di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem memilih tetap bertahan di rumah. Warga tidak mengungsi agar tetap bisa menjaga harta benda yang masih tersisa.

Salah satu Warga Ban, Nuada, mengatakan, sebelum mendapat bantuan tenda, ia tak berani meninggalkan rumah. “Rumah saya rusak semua ini. Bahkan usaha salon saya hancur di bawah reruntuhan. Semua alat di sana sampai TV dan alat-alat lainnya tak bisa diselamatkan,” kata Nuada saat diwawancarai, Minggu ( 17/10/2021).

Baca juga :  Babi Mati Masih Terjadi, Distan Karangasem Ingatkan Peternak Disiplin Ini

Sembari menanti bantuan tenda, ibu muda ini rela tidur di mobil bak terbuka. “Untung saja tidak hujan. Saya tidur di mobil bak sama keluarga saya,” ujarnya.

Nuada adalah satu dari ratusan kapala keluarga di desa ini yang rumahnya hancur tak tersisa. Nyaris di semua ruang rumahnya  ambruk dan rusak parah. “Saya memasak di luar rumah. Bikin jalikan (tungku api) dari reruntuhan batako. Dapur saya hancur, perabotan beberapa masih bisa diselamatkan,” sambungnya.

Dia berharap pemerintah segera memberikan bantuan untuk bisa kembali membangun rumah. Selain itu, sebagai pengusaha salon, dia juga berharap dapat kembali membuka usahanya. “Semoga ada bantuan untuk yang usahanya terkena dampak,” harapnya.

Baca juga :  Ungkapkan Kekecewaan Sama Pacar, Remaja Bunutan Gantung Diri

Kepala Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa, Ida Bagus Ketut Arimbawa, menerangkan, masyarakat di Desa Ban memang cenderung memilih mengungsi di rumah masing-masing. “Mereka menolak mengungsi secara komunal. Mereka juga tidak ingin tenda karena cuaca yang sangat panas. Karenanya kita salurkan terpal berukulan 4×8 yang cukup untuk satu keluarga,” ujarnya.

Arimbawa mengatakan, bantuan untuk korban gempa sangat melimpah. Sebab banyak pihak-pihak baik dari swasta, organisasi, komunitas dan berbagai instansi yang turut memberi bantuan. “Kami salurkan bahan pokok mentah. Jadi nanti diolah di masing-masing rumah oleh warga,” ujarnya.

Baca juga :  Belum Diplaspas, 10 Palinggih baru di Pura Tangkas Kori Agung Cebulik Terbakar

Dia berharap keaktifan para kepala wilayah (kawil)  untuk melaporkan dan mengambil bantuan ke posko untuk warga yang terdampak. “Jadi harus aktif melaporkan agar jangan sampai ada warga tak dapat bantuan karena kawil yang tidak melapor,” sambungnya.

Mengenai perbaikan rumah pascagempa, Arimbawa menyatakan akan segera dianggarkan oleh pihak yang membidangi. “Biasanya akan dapat maksimal Rp 50 juta. Itu maksimal untuk rumah yang rusak berat. Nominalnya akan berubah menyesuaikan kondisi rusaknya rumah tersebut,” pungkasnya. (yun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini