Selama Pandemi, Kunjungan ke Museum Semarajaya Klungkung “Terjun Bebas”

picsart 10 18 06.52.52
AKSARA BALI - Belasan siswa SMP, saat menyalin aksara Bali di Museum Semarajaya, satu tahun yang lalu.

Semarapura, DENPOST.id

Situasi pandemi berdampak pada penurunan minat orang mengunjungi museum. Seperti yang terjadi di Klungkung. Jumlah warga dan wisatawan yang berkunjung ke Museum Semarajaya Klungkung “terjun bebas”.

Padahal sebelum pandemi, jumlah orang yang datang berkunjung mencapai 41 ribu pertahun. Namun saat pandemi, jumlah kunjungan di bawah 100 orang.

“Untuk saat ini, pascapenurunan PPKM, belum ada kunjungan signifikan ke Museum Semarajaya. Bahkan saat PPKM Level IV, kunjungan sama sekali tidak ada karena museum tutup,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga Klungkung, Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana, Senin (18/10/2021).

Menurut IB Jumpung, selama ini
kunjungan ke Museum Semarajaya selalu didominasi wisatawan asing dari Eropa. Terutama dari Belanda. Terlebih wisman Belanda karena merasa memiliki keterkaitan dengan sejarah Klungkung. Sedangkan masyarakat lokal dikatakan tidak banyak.

Baca juga :  Di Klungkung, Petani dan Pecalang Tertular Covid-19

“Kalau ada wisatawan Belanda, mereka selalu bilang minta maaf kepada kita saat melihat lukisan perang Puputan,” ungkapnya.

Namun ditengah kunjungan yang sepi, IB Jumpung yang didampingi Kepala UPT Museum Semarajaya, Cokorda Gde Nala Rukmaja mengatakan saat ini tengah mengupayakan agar museum juga banyak dikunjungi warga lokal, sebagai tempat edukasi dan rekreasi. Bahkan untuk meningkatkan kunjungan warga ke museum, UPTD Museum Semarajaya juga akan menggelar atraksi melestarikan seni dan kebudayaan.

Baca juga :  Hibah Fasilitasi Dewan Akhirnya Dipasang di APBD 2021

Hanya saja karena pandemi, kegiatan yang rencananya digelar dari 20 sampai 24 Oktober 2021, dilaksanakan secara tertutup di depan Pemedal Agung, Kerta Gosa. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini