Raker Komisi II DPRD Soroti Anggaran Monev Disparda Badung

picsart 10 21 05.51.32
PENDALAMAN RAPBD - Rapat kerja Komisi II DPRD Badung, tentang pendalaman RAPBD 2022 dengan jajaran Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Badung.

Mangupura, DENPOST.id

Rapat Kerja (Raker) DPRD Badung, dengan pihak eksekutif dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Badung tahun 2022, mulai digelar secara marathon, Kamis (21/10/2021). Dalam raker tersebut, DPRD Badung menyoroti rancangan alokasi anggaran kepariwisataan Badung.

Anggaran untuk program monitoring dan evaluasi (Monev) dinilai tak realistis, dibandingkan dengan porsi anggaran untuk pengembangan dan penataan destinasi.

Hal itu, terungkap dalam rapat kerja (Raker) Komisi II DPRD Badung tentang pendalaman RAPBD 2022, dengan jajaran Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Badung.

Dalam rapat yang dihadiri anggota komisi, yakni I Gusti Lanang Umbara, Ni Luh Kadek Suastiari, dan Ketua Komisi II DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti meminta dinas terkait segera melakukan penyesuai terhadap anggaran yang dinilai tidak realistis tersebut.

Baca juga :  Sekda Adi Arnawa Terima Audiensi Pengurus DWP Badung

“Mohon nanti bisa dievaluasi sebelum kami mengevaluasi, jangan sampai itu anggaran monevnya lebih besar dari program dan kegiatan. Seperti, program pembuatan ikon Pantai Seseh anggaranya Rp200 juta, monevnya habis Rp100 juta,” ujarnya.

Pihaknya memahami kesulitan yang dihadapi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyusun anggaran. Namun, pihaknya berharap dalam merancang program hendaknya logis dan realistis.

Legislator asal Kuta ini juga menyoroti pemilihan negara yang menjadi target promosi pariwisata di 2022. Pasalnya, dua negara yang ditetapkan tidak termasuk dalam 19 negara yang telah diizinkan pemerintah masuk Bali, seperti Saudi Arabia, United Arab Emirates, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, Norwegia.

Baca juga :  Buka Objek Wisata, Pemerintah dan Masyarakat Diminta Tak Abai Prokes

“Apa pertimbangnya memilih Australia dan New Zeland?. Kan ada 19 negara yang open border, kenapa mesti dua negara itu,” tanyanya.

Menjawab pertayaan dewan, Sekretaris Dinas Pariwisata Badung, AA Yuyun Hanura Enny yang hadir dalam kesempatan itu menyatakan kedua negara tujuan promosi merupakan salah satu pasar potensial pariwisata Bali. “Kedua negara itu merupakan pasar potensial, tentunya ada kajian lainnya yang melatari kenapa kedua negara itu dipilih,” terangnya seraya menyebutkan akan mebahas kembali apa yang menjadi saran wakil rakyat dalam penyusunan anggaran kepariwisataan. (115)

Baca juga :  Balap Liar di Anggungan Dibubarkan, Puluhan Motor Diangkut

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini