PU Mulai Lakukan Kajian Lapangan di Rumah Korban Longsor

picsart 10 21 05.52.43
TIMBUN RUMAH - Longsor yang menimbun rumah warga di Terunyan.

Bangli, DENPOST.id

Penanganan pascagempa di tiga desa di Kintamani, Bangli masih terus dilakukan. Termasuk di rumah korban di Banjar Cemara Landung, Desa Terunyan yang tertimbun longsor. Di mana, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangli masih melakukan kajian kebutuhan lapangan.

“Jadi, kebutuhan apa yang diperlukan untuk penanganan di rumah korban sampai saat ini masih diperhitungkan oleh Dinas PU,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa, saat dikonfirmasi, Kamis (21/10/2021).

Baca juga :  Polisi Temukan 14 Titik Api di Lokasi Kebakaran Hutan

Secara umum penanganan pascabencana yang dilakukan tim gabungan sejak beberapa hari ini telah berjalan baik. Yang mana, material yang sebelumnya menutup jalan penghubung Desa Buahan dengan Desa Terunyan telah berhasil dibersihkan. Meski telah bersih, akses jalan masih ditutup. “Karena kerap terjadi longsor susulan di wilayah Desa Buahan dengan Desa Abang Batudinding,” jelasnya.

Sementara saat disinggung kerugian akibat gempa bumi yang berkuatan 4,8 SR yang mengguncang Bangli dan Karangasem, Agus Sutapa menyatakan sesuai hasil pendataan di lapangan estimasi kerugian jumlah naik dari hasil sebelumnya. Yang sebelumnya estimasi biaya mencapai Rp5 miliar kini naik menjadi Rp7 miliar lebih. “Kita masih terus memperberbaharui data kerugian dan korban bencana gempa tersebut,” ujarnya. (128)

Baca juga :  Kerang Abalone Dikembangkan di Lembongan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini