Pemprov Harapkan ‘’Kick Off Meeting’’ AIHSP Dukung Pemulihan Ekonomi Bali

kadiskes
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali Ketut Suarjaya

Sumerta, DenPost.id

Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali menyelenggarakan Kick Off Meeting Penguatan Kegiatan Komunikasi Risiko & Komunikasi Publik terkait covid-19 oleh Australia-Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) secara hybrid di Hotel Mercure, Sanur, pada Kamis (21/10/2021).

Dalam sambutan singkatnya, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengatakan Australia-Indonesia Health Security Partnership’s (AIHSP) bertujuan meningkatkan ketahanan kesehatan di Indonesia sehingga baik pria, wanita, maupun komunitas terlindungi dari penyakit infeksi dan berkontribusi kepada ketahanan kesehatan nasional, regional dan global, serta menjamin perkembangan ketahanan ekonomi dan pangan di Indonesia.

Baca juga :  Jenazah Orok Hanyut di Tukad Lobong

Ketut Suarjaya juga mengatakan bahwa AIHSP adalah program kerja selama lima tahun yang dibiayai Australia’s Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT). AIHSP merupakan kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian dan pihak terkait untuk mencapai tujuan akhir program memperkuat sistem ketahanan kesehatan di Indonesia untuk mencegah, mendeteksi dan merespons keadaan darurat kesehatan hewan dan masyarakat yang diakibatkan oleh penyakit menular yang muncul; dan meningkatkan koordinasi nasional dalam menanggapi ancaman kesehatan nasional, regional, dan global.

Kadiskes Bali juga menyampaikan bahwa penguatan kapasitas dalam menghadapi pandemi membutuhkan kemampuan dalam mengkomunikasikan risiko kepada publik melalui berbagai saluran komunikasi. Hal ini membutuhkan koordinasi dan langkah berkelanjutan dalam kerangka topik komunikasi risiko dan komunikasi publik. Faktor lain yang menjadi penentu adalah keterlibatan lintas sektor. Para pihak yang perlu terlibat aktif adalah organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi masyarakat sipil (OMS), media, universitas, sektor swasta, dan masyarakat terdampak. Para pihak yang dikapasitasi dengan komunikasi risiko diharapkan berkolaborasi dan berkontribusi untuk ketahanan kesehatan dalam kondisi ancaman apa pun yang muncul di kemudian hari.

Baca juga :  Suastini Koster Ingatkan 3M dan 3B

Guna berlangsungnya acara secara lancar, Ketut Suarjaya menerangkan kegiatan ini mengundang tiga pemateri yang membahas situasi covid-19 terkini di Provinsi Bali dan strategi komunikasi risiko serta komunikasi publik yang perlu dilakukan untuk menghadapi krisis dan pasca-krisis covid-19.

Acara dihadiri beberapa peserta yang diidentifikasi merupakan bagian unsur pentahelix. Suarjaya berharap hasil dari kegiatan Kick Off Meeting dan FGD Komunikasi Risiko mendukung pemerintah dalam pemulihan ekonomi dan kesehatan pasca-krisis covid-19 di Provinsi Bali melalui upaya komunikasi risiko. (wir)

Baca juga :  Covid-19 di Bali Turun, Gubernur Ajak Masyarakat Waspadai Varian Baru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini