Rilis “Bali Jadul”, Putu Setiawan Gugah Ingatan Peristiwa Alam dan Petuah Masa Lalu

picsart 10 21 07.44.19
RILIS BUKU - Penulis I Putu Putra Setiawan (kanan), merilis buku terbarunya berjudul "Bali Jadul".

BALI kembali kehadiran karya sastra anyar. I Putu Putra Setiawan, jurnalis yang pernah menjajaki lintas media ini merilis buku terbarunya pada, Kamis (21/10/2021) di Coffee and Spa C21, Jl. Sedap Malam, Denpasar.
Buku ini, dirilis oleh penerbit Nilacakra yang disempurnakan oleh penulis Ida Bagus Arya Lawa Manuaba.

Buku 253 halaman ini telah beredar dan juga bisa dipesan secara daring.

Dalam jumpa pers itu, I Putu Putra Setiawan yang akrab disapa Wawan ini memberi garis besar, buku ini merupakan refleksi terhadap petuah-petuah tetua Bali dan peristiwa bersejarah pada tahun 1950-an hingga 1970-an. Di dalamnya juga terangkum sejumlah cerita tentang suara alam, seperti tanda-tanda sebelum terjadinya bencana alam. Sebut saja, pada tahun 1963 terjadi erupsi Gunung Agung yang dampaknya amat luas.

Baca juga :  Soal PPKM Level Tiga Akhir Tahun, Luhut Sebut Upaya Pemerintah Selamatkan Rakyat

“Ini adalah buku sejarah pertama saya. Saya mengajak pembaca menengok sejumlah intisari di masa lalu. Petuah orang tua tentang kejujuran, tentang kerja keras dan banyak peristiwa masa lampau,” ujarnya.

Yang menarik justru sosok yang ia pilih sebagai narasumber dalam buku ini, yakni sang ayah, I Made Putra Suganda, yang bisa disebut orang biasa-biasa saja saat itu. Kepada awak media, dia menyebut salah satu keunikan buku ini adalah diceritakan orang biasa, sehingga cerita yang disampaikan dapat utuh.

Baca juga :  Kasus Pencurian Pretima Belum Terungkap, Polres Gianyar Bentuk Timsus

“Biasanya catatan atau buku itu dibuat oleh sosok hebat atau pemenang. Namun dalam buku ini adalah cara pandang seorang yang biasa-biasa saja. Sehingga keyakinan saya, beliau bisa lebih gamblang dan jujur dal bercerita,” tuturnya.

Buku ini ia garap sejak Maret 2020, dan rampung pada Juni 2020. Ini menambah deretan karya sastra I Putu Putra Setiawan selama menjadi jurnalis.

IB Arya Lawa Manuaba, alias Gus Arya menyebut buku ini sangat layak dibaca, utamanya generasi muda. Pesan di dalam buku ini menurutnya sangat layak diimplementasikan saat ini. “Perspektif dan peristiwa-peristiwa yang disampaikan dalam buku ini menjadi kepingan yang penting sekali,” tandasnya. (106)

Baca juga :  Puluhan Pedagang Bermobil Ditemukan Jualan di Bahu Jalan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini