Dalami Program Rantang Kasih, Wabup Jembrana Belajar ke Banyuwangi

picsart 10 22 06.30.57
RANTANG KASIH - Wabup Jembrana, I Gede Patriana Krisna, dan Wakil Bupati Banyuwangi, H Sugirah, saat mengecek data penerima program rantang kasih.

Negara, DENPOST.id

Masalah kemanusiaan dan kemiskinan menjadi atensi khusus Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, dan Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna. Apalagi di Jembrana cukup banyak lansia yang hidup sendiri dengan berbagai sebab dan alasan, sehingga perlu kepedulian.

Bahkan program rantang kasih yang dilaksanakan Kabupaten Banyuwangi, menjadi sebuah pelajaran yang perlu ditiru untuk diterapkan di Jembrana.
“Karena ingin mengetahui lebih jauh terkait program rantang kasih, kami datang ke Banyuwangi,” kata Wakil Bupati Jembrana, I Gede Patriana Krisna, didampingi Kadis Sosial Jembrana, dr. I Made Dwipayana, dan Kadis PMD Gede Sujana, serta jajaran dihadapan Wakil Bupati Banyuwangi, H Sugirah, dan Kepala Bappeda Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, serta
pejabat lainnya, Jumat ( 22/10/2021).

Baca juga :  Pandemi, Perceraian di Jembrana Tinggi

Sugirah menjelaskan program rantang kasih ini diluncurkan Kabupaten Banyuwangi sejak tahun 2017. Dalam program ini, para lansia miskin mendapatkan kiriman rantang makanan siap saji setiap hari secara gratis.
Menurut Kepala Bapeda Banyuwangi, total ada 1.000 orang lebih penerima program Rantang Kasih yang dananya berasal dari kolaborasi APBD Banyuwangi, Badan Amil Zakat, dan alokasi dana desa (ADD).

Program ini, dilaksanakan oleh lintas sektor, seperti kecamatan dan desa sebagai koordinator penyalur makanan, Dinas Kesehatan terlibat menyupervisi gizi dan higienitas makanan yang disediakan oleh warung-warung rakyat. Hingga Dinas Pendidikan juga dilibatkan untuk mengajak para pelajar secara berkala mengunjungi warga lansia guna memupuk rasa kepekaan sosial sejak dini.

Baca juga :  Tim Deteksi Dini Awasi Tempat Kos di Jembrana

Bahkan Kabupaten Banyuwangi
menerima penghargaan Museum Rekor Indonesia (Muri) Bidang Kemanusiaan dan Lingkungan Hidup sebagai daerah pertama di dunia yang menyantuni ribuan dhuafa dengan makanan siap saji bergizi setiap hari. Dikatakan lansia yang diberikan bantuan yang benar-benar hidup sendiri/sebatangkara dan tidak ada yang mencarikan nafkah.

Kalaupun memiliki anak, namun tinggal jauh dan keluarganya tidak mampu. “Ya, kami juga selektif dan disurvei dulu melalui desa para penerimanya agar tepat sasaran. Pendistribusian juga melalui masing-masing kecamatan/desa, sehingga lebih mudah dijangkau,” jelasnya, didampingi Kepala Bappeda Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono.

Baca juga :  Truk Angkut Rongsokan Terguling di Pekutatan

Sementara Wabup Jembrana, I Gede Patriana Krisna mengatakan nantinya pihaknya berupaya program pemberian pangan untuk lansia bisa terlaksana juga di Jembrana. “Nanti kita akan mulai dari pendataan. By name by addres dan dikelompokkan perbanjar/desa, sehingga nantinya bisa dibuat sistem yang lebih mudah untuk realisasi program ini,” tandasnya. (c/120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini