Diteror Pinjol Bodong, SWI : Blokir dan Lapor Polisi

picsart 10 22 08.35.44
TEMU WARTAWAN - Kegiatan temu wartawan bersama OJK dan SWI di Prama Sanur, Denpasar.

Sumerta, DENPOST.id

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan perang terhadap situs pinjaman online (pinjol) bodong yang belakangan ini meresahkan masyarakat. Bagi warga yang terjebak pinjol diminta segera melapor.

Hal itu, dikatakan Ketua SWI, Dr. Tongam Lumban Tobing dalam temu wartawan bersama Satgas Waspada Investasi, di Prama Sanur, Denpasar, Jumat (22/10/2021).

“Kalau ada unsur intimidasi, sebaiknya nomor itu diblokir. Infokan seluruh kontak agar mengabaikan bila ada pesan terkait dan lapor polisi,” ujarnya.

Kata dia, kisruh pinjol bukanlah hal baru. Kehadirannya pertama sejak tahun 2015 silam, namun belum ada regulasi yang mengatur. Pada tahun 2016, OJK membuat regulasi agar pinjol memiliki standar yang jelas dan legal.

Baca juga :  Petik Nangka, Warga Menanga Ditemukan Tewas Dengan Kepala Menancap Tanah

Dengan adanya regulasi itu, OJK sempat menyetop kegiatan 400 pinjol bodong. Pada tahun 2019, di Indonesia, tercatat ada 1.490 pinjol bodong. Seiring kebijakan yang semakin ketat, saat ini hanya ada 106 pinjol yang legal.
“Dan sejak tahun 2020, kami tidak buka pendaftaran pinjol,” ujar Tongam.

Di tengah pandemi, kini pinjol ilegal kembali marak. Itu juga disebabkan peran serta masyarakat yang tergiur pinjamam online. Kondisi itu tidak jauh-jauh karena krisis yang merupakan dampak pandemi Covid-19. Dia berharap masyarakat semakin cerdas dalam meminjam dengan memastikan pinjol itu ilegal dan ketahui risikonya.

Baca juga :  Tukang Suwun Diputuskan Diisolasi di RS PTN Unud, Begini Kata Dirutnya

Sementara Kepala OJK Regional 8 Bali-Nusra, Giri Tribroto yang turut hadir saat itu menyebutkan di Bali sendiri belum banyak pengaduan keluhan tentang pinjol. Justru warga lebih banyak bertanya soal legalitas sebuah pinjol ketika ingin meminjam.

Dia mengajak masyarakat untuk berhati-hati menentukan pinjol agar tidak terjebak dalam berbagai masalah keuangan. Pihaknya akan terus mengedukasi masyarakat agar mencegah kerugian-kerugian yang lebih besar. (106)

Baca juga :  Mulai 27 Maret, Pasar Badung Terapkan Sistem Belanja Online

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini