PPKM Turun Level, Warga Masuk Lapangan Badung Tetap Diperketat

picsart 10 24 02.06.02
DIBUBARKAN – Tim Yustisi Kota Denpasar, saat membubarkan kerumunan pengunjung Lapangan Puputan Badung yang duduk santai di bawah pohon perindang, Minggu (24/10/2021)

Dangin Puri, DenPost

Tim Yustisi Kota Denpasar tetap memperketat warga yang ingin rekreasi dan istirahat di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung saat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 ini.

”Kami tidak mengendurkan pendisiplinan protokol kesehatan (prokes) masyarakat meskipun PPKM turun level dari level 3 ke level 2. Memperketat aktivitas warga di ruang terbuka hijau guna mencegah penuoaran virus corona varian baru delta jilid tiga,’’ kata Kasatpol PP Kota Denpasar yang juga Ketua Tim Yustisi Denpasar, I Dewa Gede ANom Sayoga di sela-sela sidak prokes keliling, Minggu (24/10/2021).

Anom Sayoga mengatakan, warga yang nongkrong dan duduk-duduk di bawah pohon perindang lapangan Puputan Badung dibubarkan karena melanggar prokes. Bahkan, ada sejumlah warga duduk santai sambil ngobrol dengan temanya sama sekali tidak memakai masker dikhawatirkan bisa menularkan dan tertular virus corona. ”Kita terpaksa bubarkan kerumanan warga yang duduk santai di Lapangan Puputan Badung. Kalau ada tanpa masker ditindak dan didenda sesuai aturan yang ada,’’ ujar Anom Sayoga

Anom Sayoga mengungkapkan, penularan virus corona di Denpasar sudah melandai dan masyarakat diminta tetap disiplin prokes. Penerapan prokes tetap dilakukan secara ketat saat Covid-19 mulai turun untuk memutus lebih cepat mata rantai penyebaran Covid-19. Kenyataan di lapangan masih banyak masyarakat membandel bepergian tanpa memakai masker saat terjaring razia PPKM. ”Kami terus mengingatkan lewat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak lengah dan gegabah menghadapi virus corona. Tapi alasan mereka jenuh dan bosan memakai masker terlalau lama,’’ ucapnya.

Baca juga :  Belum Lengkapi Izin, Kapal Pengangkut PMI Terdampar di Karangasem

Anom Sayoga mengajak seluruh masyarakat mematuhi prokes agar terhindar dari penuoaran virus corona. Kalau masyarakat semua sehat dan produktif maka ekonomi kembali bangkit. Diharapkan, masyarakat tumbuh kesadaran agar tidak menjadi penular atau terpapar virus corona. ”Kalau masyarakat disiplin dan taat mengikuti prokes, niscaya virus corona cepat hilang. Begitu juga sebaliknya, bila masyarakat cuek dengan wabah Covid-19, siap menerima resiko,’’ paparnya.

Baca juga :  Anak Yatim Piatu Terdampak Covid-19 Diberi Bantuan

Selain membubarkan kerumunan warga di Lapangan Puputan Badung, kata Anom Sayoga, pihaknya bersama Dinas Perhubungan, TNI dan Polri menertibkan pedagang di pasar tumpah Jl. Gunung Kawi dan Jl. Kartini. Sidak prokes ini, Tim Yustisi membina lima warga tanpa masker dan menyemprit pedagang musiman yang meluber berjualan ke jalan sehingga menggaggu kelancaran arus lalu lintas dan melanggar ketertiban umum berjualan menggunakan badan jalan. ”Kami terus mengingatkan pedagang dan pengunjung pasar tumpah tidak mengabaikan prokes. Pasalnya transaksi antara pedagang dengan pengunjung tanpa ada jarak dan berdesak-desakan terutama pedagang ceper (kelengkapan upakara) di Jl. Kartini dan Jl. Kumbakarna,’’ jelasnya.

Baca juga :  Koster Akui Sempat Cemas Sebelum Divaksin, Kadiskes Sebut Wajar

Salah seorang warga, Wayan Mertha, yang ditemui di lapangan tersebut  menilai kebijakan tersebut memang perlu dilakukan. “Kami sebagai masyarakat akan patuh dengan imbauan pemerintah.  Mulai melakukan cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak termasuk kami akan ikut menjauhi kerumunan,“ paparnya. (dewa sanjaya)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini