Giri Prasta Sosialisasi Jangan Abai Prokes saat Upacara Yadnya

picsart 10 24 05.09.01
YADNYA - Bupati Nyoman Giri Prasta, saat menghadiri karya pitra yadnya lan karya manusa yadnya di Wantilan Giri Mandala, Desa Adat Sembung Sobangan, Mengwi.

Mangupura, DENPOST.id

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta menghadiri karya pitra yadnya lan karya manusa yadnya memukur, metelubulanan, mepandes, mepetik lan sapuh leger di Wantilan Giri Mandala, Desa Adat Sembung Sobangan, Mengwi, Jumat (22/10/2021).

Turut hadir mendampingi bupati, Anggota DPRD Bali, I Bagus Alit Sucipta; Anggota DPRD Badung, I Nyoman Satria, dan I Made Yudana; Kepala Bapenda I Made Sutama; Camat Mengwi, I Nyoman Suhartana beserta unsur tripika; Perbekel Sembung, I Ketut Sukerta; Bendesa Adat Sembung Sobangan, I Made Artha, kelian dinas se-Desa Sembung, dan tokoh masyarakat setempat.

Baca juga :  Gepeng Kembali Berkeliaran di Gianyar

Pelaksanaan karya sudah mentaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat. Bupati Badung dalam kesempatan tersebut, secara simbolis memberikan punia sebagai bentuk dukungan dan motivasi dari Pemkab Badung sebesar Rp50 juta dan secara pribadi Rp15 juta, masing-masing Anggota DPRD sebesar Rp5 juta, serta Kepala Bapenda sebesar Rp5 juta.

Dalam sembrama wacananya, Bupati Giri Prasta merasa bangga dan angayubagia, karena krama Desa Adat Sembung Sobangan sudah melaksanakan yadnya yang utama, yakni memukur nyekah sebagai dharmaning leluhur di tengah mewabahnya virus Korona, dengan tetap mematuhi prokes ketat.

Baca juga :  Karena Ini, Bandara Tiadakan Posko Terpadu Monitoring Angkutan Lebaran

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tetap melaksanakan prokes dalam segala kegiatan, seperti kegiatan keagamaan ataupun kegiatan sehari-hari. “Mengenai karya pitra yadnya ini, atas nama pemerintah saya sebagai Bupati Badung sangat mendukung, karena karya ini sebagai sebuah tanggung jawab dari pemilik sawa untuk menyucikan atma, setelah diaben menjadi pitara dan melinggih di merajan rong tiga menjadi Dewa Hyang Guru. Karya pitra yadnya dapat disebut memukur kinembulan yang dilakukan bersama-sama dan bergotong-royong, serta untuk selalu saling membantu segilik seguluk sebayantaka stata raket ring pasemetonan. Diharapkan kepada keluarga pemilik sawa, khususnya dapat mengikuti setiap rangkaian upacara dengan baik. Seperti ngangget don bingin, murwa daksina, meprelina, meajar-ajar hingga proses terakhir ngelinggihang,” ungkap Giri Prasta.

Baca juga :  Masih Rendah, Vaksinasi di Desa Banyubiru Digenjot

Sementara ketua panitia karya I Made Artha yang juga sebagai Bendesa Adat Sembung Sobangan menyampaikan terimakasih kepada murdaning Jagat Badung yang telah berkesempatan hadir dan memberikan darma wacana terkait karya nyekah yang dilaksanakan. “Mudah-mudahan karya ini bisa berjalan labda karya sidaning don,” harapnya. (a/dewa sanjaya)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini