ABG Diperkosa Paman, Nenek Lumpuh Tak Berdaya Lindungi Cucu

picsart 10 24 05.11.44
Ilustrasi kasus pemerkosaan ABG yang terjadi di sebuah rumah yang berada di pesisir pantai di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Negara, DENPOST.id

Kasus pemerkosaan terjadi di sebuah rumah yang berada di pesisir pantai di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.
Kasus pemerkosaan dialami seorang anak perempuan ABG (anak baru gede) berusia 12 tahun yang sehari-hari tinggal bersama neneknya yang dalam kondisi lumpuh karena stroke.

Dari informasi di Polres Jembrana, Minggu (24/10/2021), kejadiannya pada Selasa (19/10/2021) siang, dan dilaporkan ke Polres Jembrana, Kamis (21/10/2021) oleh ayah korban yang bekerja sebagai nelayan.

Baca juga :  Dua Siswa SD di Jembrana Lolos KSN-SD Tingkat Nasional

Ayah korban melaporkan ZN (24) yang merupakan paman korban.
Dilaporkan kronologis kejadiannya, di mana pada Selasa (19/10/2021) siang, korban yang masih pelajar di salah satu sekolah di Jembrana ini, sedang menonton TV sendirian di ruang keluarga. Tiba-tiba datang pelaku dari pintu belakang dan memaksa korban untuk bersetubuh.

Pelaku menarik tangan korban masuk ke kamar. Korban sempat melawan dengan menarik tangannya tetapi pelaku yang juga seorang nelayan ini kembali menarik tangan korban.
Sesampai di dalam kamar, korban direbahkan di kasur dan disetubuhi secara paksa. Merasa puas, pelaku menyuruh korban pergi.

Baca juga :  Diduga Palsukan Sertifikat Vaksin, Puluhan ABK Diamankan

Kejadian tersebut, sempat didengar nenek korban yang berada di kamar sebelah, namun tidak berdaya karena dalam kondisi stroke. Akhirnya kejadian itu, sampai juga ditelinga ayah korban dan kasusnya dilaporkan ke Polres Jembrana. Korban juga memberi keterangan mengejutkan kalau pamannya itu, pernah juga menyetubuhinya pada Juni 2021, di kamar korban.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP M Reza Pranata, seizin Kapolres Jembrana dikonfirmasi Minggu (24/10/2021) membenarkan laporan tersebut. Pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi. “Visum sudah dilaksanakan dan tinggal menunggu hasil. Senin jika hasil sudah keluar dan benar ada tanda-tanda pemerkosaan, kami amankan pelaku. Kami atensi kasus ini dan kami pastikan lanjut karena kasus kekerasan pada anak menjadi atensi khusus kami,” jelasnya.

Baca juga :  Cegah Covid-19, Badung Ikuti Kebijakan PPKM Level III di Akhir Tahun

Pihaknya pun masih mengembangkan kasus ini. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini