Kapolresta Denpasar Sebut Penerapan Prokes Harga Mati

picsart 10 25 06.18.04
BERSIH-BERSIH - Polresta Denpasar saat melaksanakan bersih-bersih di Pantai Mertasari-Muntig Siokan, Sanur, Denpasar Selatan, Minggu (24/10/2021).

Sanur, DENPOST.id

Mengantisipasi kemungkinan munculnya gelombang ketiga wabah Covid-19 pada Desember 2021 mendatang, petugas yustisi telah melakukan berbagai upaya. Pascadibukanya penerbangan international di Bandara Ngurah Rai, aparat mengharapkan masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Kapolresta Denpasar, Kombes Jansen Avitus Panjaitan, mengatakan, pandemi sangat berdampak terhadap pariwisata Bali. Dan, hampir dua tahun, pariwisata Bali sangat terpuruk hingga merusak sendi-sendi perekonomian dan kegiatan masyarakat di seluruh Bali. “Hal ini cukup memprihatinkan, namun jika semua masyarakat disiplin serta bahu-membahu melawan penyebaran virus, maka kita bisa bangkit kembali dari krisis ini,” katanya saat melaksanakan bersih-bersih di Pantai Mertasari-Munting Siokan, Sanur, Denpasar Selatan, pada Minggu (24/10/2021).

Baca juga :  Kadiskes Perintahkan Rumah Sakit Rujukan Optimalkan Kapasitas Tempat Tidur

Menurutnya, penanganan Covid-19 di wilayah hukum Polresta Denpasar semakin baik dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Terlebih angka kasus juga semakin melandai. Ini berimbas pada penurunan level, dari Level 3 menjadi Level 2. “Penerapan prokes merupakan harga mati dalam menekan penyebaran Covid-19. Di tempat ini juga Kapolda Bali telah membentuk Sipandu Beradat dan Satpam Satgas Covid-19, sehingga ini menjadi tugas bersama baik TNI/Polri, pemerintah termasuk Desa Adat saling bahu membahu dalam memberantas Covid-19,” terangnya.

Dengan penurunan level ini, sambung Jansen, pemerintah telah siap menerima wisatawan mancanegara, dengan dibukanya penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai. “Kami harapkan hal ini berdampak positif terhadap perekonomian di wilayah Bali,” ujarnya.

Baca juga :  Tim Yustisi Kembali Denda Belasan Pemotor Tak Bermasker

Dia juga mengajak seluruh komponen masyarakat agar bersama-sama mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan dan melaksanakan 3T (Tracing, Testing, Treatment) jika ada yg terpapar Covid-19. “Dalam penerapan 3T ini diharapkan tidak terjadi peningkatan penyebaran Covid-19 yang bisa meningkatkan level penyebaran yang berdampak pada pariwisata dan perekonomian Bali,” tegasnya. (wiadnyana)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini