Diprotes Warga, Relokasi Sampah di Peh Dihentikan

picsart 10 25 06.36.49
DIPROTES WARGA - Lokasi relokasi sampah, dengan sistem sanitary landfill yang sempat diprotes warga penyanding kini ditebar ikan.

Negara, DENPOST.id

Adanya relokasi sampah atau pemindahan sampah dari tempat pembuangan akhir (TPA) Peh ke lahan milik warga di Desa Kaliakah, dengan sistem sanitary landfill sempat diprotes sejumlah warga penyanding.
Adanya protes tersebut, membuat Dinas LH menghentikan program tersebut sementara waktu sampai warga memahami tentang program tersebut.

Kadis LHKP Jembrana, I Wayan Sudiarta, Senin (25/10/2021) mengatakan dengan adanya protes dari warga, pihaknya menunda program relokasi di sanitary landfill. “Tunggu biar lingkungan kondusif dulu. Jadi anggaran Rp700 juta di perubahan kita tunda. Kalau yang sudah terlaksana itu penunjukan langsung/PL dan cukup dulu segitu,” jelasnya.

Baca juga :  Bupati Giri Prasta Ikuti Rakor Evaluasi PPKM Jawa-Bali

Relokasi yang telah dilaksanakan baru 10 persen gunungan sampah yang tertangani. “Saya sudah lapor ke bupati agar ini dipending dulu. Sambil kami melakukan kajian dan masyarakat memahami. Bahwa air yang keluar dari sana tidak berbahaya cuma warnanya saja yang hitam. Untuk membuktikan itu tidak berbahaya kami menebar ikan. Ya, memang di sana banyak biawak. Takutnya nanti ikan mati bukan karena zat beracun, namun karena biawak. Air yang keluar dari sana juga subur bahkan lahannya bisa ditanami karena subur,” katanya.

Relokasi tumpukan sampah di TPA Peh dilakukan di lahan 10 are milik warga yang merupakan bekas galian C yang sudah tidak produktif. Program ini awalnya diharapkan bisa menangani sampah yang menggunung di TPA Sampah Peh yang jaraknya sekitar 300 meter dari lokasi relokasi.

Baca juga :  IRT Gantung Diri, Diduga Ini Pemicunya

Sebelumnya, Sudiarta juga mengatakan sejak awal memang ada keraguan dari masyarakat terhadap teknologi yang diterapkan. “Jadi ini bukan sampah baru yang kami relokasi ke lokasi bekas galian C. Namun sampah yang lama dan menggunung di TPA Peh. Ini tujuannya agar usia TPA bisa lebih lama dan tumpukannya berkurang. Demikian juga tidak ada TPA baru,” jelasnya.

Dengan sistem timbun sampah/sanitary landfill, bisa mengurangi 80 persen sampah. (120)

Baca juga :  Wakil Bupati Jembrana Sumbangkan Seluruh Gajinya untuk Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini