Pandemi, Warga Beralih jadi Petani Garam

picsart 10 25 07.47.38
GARAM AMED - Sejumlah pejabat, saat meninjau pembuatan garam Amed, beberapa waktu lalu.

Amlapura, DENPOST.id

Di tengah pandemi Covid-19, petani Garam Amed di Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem meningkat. Banyak warga yang kehilangan pekerjaan dan beralih profesi menjadi petani garam. Momen inipun diklaim menjadi kebangkitan baru bagi Garam Amed.

Ketua Komunitas Masyarakat Perlindungan Indikasi Geogerafis (MPIG) Garam Bali, Nengah Suanda menuturkan banyaknya warga yang mulai melirik pertanian garam membuat permintaan lahan meningkat. “Banyak yang datang ke MPIG memohon disediakan lahan agar bisa bertani garam. Namun belum bisa diwujudkan karena kondisi pasar belum stabil,” ujar Suanda, beberapa waktu lalu.

Baca juga :  Imlek di Vihara Dharmayana Kuta, Atraksi Barongsai Keliling Ditiadakan

Sejak beberapa tahun terakhir, jumlah lahan bertani garam di wilayah Amed memang terus menurun. Banyak lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi akomodasi pariwisata. Semula ada 965 are lahan bertani, kini tersisa sekitar 100 hingga 150 are. Kini, saat banyak warga yang kehilangan pekerjaan karena terdampak pandemi dan banyak warga yang dulunya beralih profesi bertani, kini kembali bertani.

Tak hanya lahan, kendala warga yang ingin bertani garam adalah lahan dan peralatan. Terkait hal ini, MPIG telah mencoba mengusulkan kepada Kementerian Pertanian untuk diberikan bantuan. Sebab, kebangkitan para petani garam ini harus diberi dukungan positif. “Garam Amed termasuk warisan leluhur. Sebagian warga tak ingin warisan leluhurnya hilang termakan pariwisata. Apalagi garam di Amed sudah ada sejak dulu,” ujarnya.

Baca juga :  Telan Rp3,301 Miliar, Pembangunan Gedung MDA Jadi Terobosan Ini

Kendati petani garam mengalami peningkatan, namun sejak pandemi penjualan Garam Amed masih belum stabil. Garam Amed biasa dipasarkan di beberapa wilayah di Bali, dan hotel sekitar Karangasem. Tak hanya itu, ada pula yang dikirim ke luar kota, seperti Jakarta, Tengerang, Bandung. (yun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini