Terungkap, Tersangka Sudah Lima Kali Cabuli Ponakan

paman 1
DIAMANKAN - Tersangka kasus pencabulan diamankan di Polres Jembrana.

Negara, DENPOST.id

Kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang paman terhadap keponakan terus dikembangkan. Tersangka pencabulan, ZA (24) seorang nelayan dari Kecamatan Negara kini sudah ditahan.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP  M Reza Pranata, seizin Kapolres Jembrana, Selasa (26/10/2021) mengatakan, berdasarkan pengembangan, tersangka sudah lima kali mencabuli keponakannya yang baru berusia 12 tahun.

“Ada bujuk rayu yang dilakukan oleh tersangka sehingga korban menuruti tersangka,” terang Reza.

Kasus ini berawal pada Mei 2021 sekitar pukul 02.00. Awalnya tersangka chat dengan korban. Saat itu rumah korban dalam keadaan sepi dan tersangka langsung masuk ke rumah korban melalui pintu belakang. Tersangka masuk ke kamar korban dan langsung memeluk dari belakang. Setelah korban tersadar dan membalikkan badan, tersangka kemudian menyetubuhi korban. “Korban sampai mau disetubuhi oleh tersangka karena sering di-chat dan mengatakan sayang pada korban dengan maksud memiliki. Persetubuhan dilakukan lima kali. Persetubuhan terakhir terjadi pada Selasa (19/10/2021) pada pukul 11.00 di kamar korban,” terangnya.

Baca juga :  Atap SDN 2 Sempidi Hancur Tertimpa Pohon

Kelakuan tersangka dilaporkan ayah korban pada Kamis (25/10/2021). Sebelumnya sempat dilakukan pembicaraan antara keluarga korban dengan tersangka. Namun karena keluarga tersangka tidak pernah datang ke rumah korban dan ayah korban sudah emosi sehingga kasusnya dilaporkan.

Sementara itu, Kadis PPPA-PPKB Jembrana, Ni Kade Ari Sugianti bersama Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A),  Forum Puspa (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) mengunjungi korban dan orangtuanya di rumahnya.

Baca juga :  Senderan Sungai dan Jalan di Tegal Besar Klungkung Jebol

Ari Sugianti mengatakan, kedatangan mereka untuk memberikan motivasi kepada korban untuk tetap semangat belajar. Dinas dikatakan akan memberikan pendampingan berupa koordinasi dengan psikiater untuk trauma healing. Sedangkan dari  P2TP2A akan mendampingi dari sisi hukum. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini