Video Dugaan Pengeroyokan Viral, Kasusnya Ternyata Berakhir Damai

keroyok pukul 1
DAMAI – Kasus dugaan pengeroyokan yang virak di media sosial ternyata berakhir damai.

Padangsambian, DENPOST.id

Sebuah video yang menggambarkan seorang pria berbaju merah sedang mendapat tindakan kekerasan dari tiga orang pria, tengah viral di sejumlah akun Instagram. Aksi tersebut diduga dipicu kesalahpahaman saat membeli mobil. Pria berbaju merah yang belakangan diketahui bernama I Made Windu Merta (28), sempat menerima aksi kekerasan seperti pemukulan dan ditarik paksa oleh tiga pria yakni Andi Masait Alias Asep (42), Oter Ali (55) dan Samuel Erik Mekolie alias Oscar.

Sempat ditengahi aparat kepolisian, kasus tersebut malah dikatakan damai di atas surat pernyataan bermaterai Rp 10 ribu. “Videonya beredar luas di media sosial. Korban ditarik ke dalam oleh tiga orang. Karena menolak dua orang sempat memukul korban. Saat kejadian banyak orang yang menonton tapi tidak ada berani yang menolong karena ketiga pelaku bertubuh besar,” ujar seorang sumber polisi, Selasa (26/10/2021).

Baca juga :  Buka Saat PPKM Level IV, Pengelola Karaoke Platinum dan EC Dipanggil Satpol PP Denpasar

Dilanjutkannya, peristiwa tersebut terjadi di depan Kantor PU di Jalan Lumintang, Denpasar Utara, Senin 25 Oktober 2021, sekitar pukul 14.00. Peristiwa pengeroyokan tersebut diduga berawal saat I Made Pande Windu Merta, asal BTN Gria Anyar Blok III Perumahan no 6, Jalan Kebo Iwa, Desa Bongan Beda, Kediri, Tabanan bertemu dengan pelaku untuk membeli mobil. Kemudian korban diajak oleh seorang pelaku membeli minum di mini market dekat TKP. Tak berselang lama, datang dua pelaku lainnya seraya memaksa korban untuk masuk ke dalam mobil. “Hingga terjadi tarik-menarik dan sempat ada pemukulan. Korban berusaha melawan dan lari meminta tolong ke arah keramaian warga,” ucapnya.

Kemudian polisi yang mendapatkan laporan terkait pengeroyokan itu datang ke TKP dan mengamankan ketiga terduga pelaku yakni, Andi Masait Alias Asep, Oter Ali dan Samuel Erik Mekolie alias Oscar.

Baca juga :  Gairahkan Bank Sampah, Begini Strategi Kelurahan Ubung

Sementara dimintai konfirmasi terkait kasus tersebut, Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi, mengatakan, setelah pelaku dan korban berada di Polsek Denpasar Utara, korban tidak mau melaporkan kejadian tersebut. “Pelaku dan korban membuat surat perdamaian bermaterai Rp 10 ribu,” katanya. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini