Ketua TP PKK Gianyar Launching Posyandu Seroja Aman

picsart 10 26 06.40.18
POSYANDU SEROJA - Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra, saat meluncurkan Posyandu Seroja (Sehat Rohani dan Jasmani) Aman di Kabupaten Gianyar, serta penyerahan bibit tanaman hatinya PKK di Wantilan Ancaksaji, Puri Peliatan Ubud, Selasa (26/10/2021)

Gianyar, DENPOST.id

Dalam rangka memperingati hari kesehatan jiwa sedunia, Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra meluncurkan Posyandu Seroja (Sehat Rohani dan Jasmani) Aman di Kabupaten Gianyar, serta penyerahan bibit tanaman hatinya PKK bantuan CSR Bank BPD Bali, di Wantilan Ancaksaji, Puri Peliatan Ubud, Selasa (26/10/2021).

Turut hadir Kepala Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali, Anggota DPRD Kabupaten Gianyar dapil Ubud dan dapil Tegallalang, Kepala Dinas PMD, Camat Ubud, Kepala Cabang BPD Bali Cabang Gianyar, Ketua TP PKK kecamatan se-Kabupaten Gianyar, Kepala UPT Kesmas se-Kabupaten Gianyar, Kepala Desa Peliatan, serta Ketua TP PKK desa.

Baca juga :  Saat Ngejos, Selingkuhan Meninggal

Ketua panitia, Dewa Ngakan Ngurah Adi mengatakan maksud pembentukan Posyandu Seroja adalah melayani kesehatan masyarakat atau anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa secara terpadu dalam wadah posyandu di desa, mencegah semaksimal mungkin munculnya penderita gangguan jiwa, mencegah terjadinya penderita gangguan jiwa berat di masyarakat, mengurangi beban keluarga yang memiliki anggota keluarga penderita gangguan jiwa, serta mewujudkan masyarakat Gianyar yang Seroja (sehat rohani dan jasmani).

Adapun jumlah desa yang mengikuti launching Posyandu Seroja Aman sebanyak 21 desa yang telah membentuk Posyandu Seroja Aman.

Baca juga :  Di Bangli, Baru Tiga Desa Terapkan Isoter Berbasis Desa Adat

Anggaran dalam kegiatan ini bersumber dari APBD Kabupaten dan APBDes. “21 desa yang telah membentuk Posyandu Seroja Aman, sumber dananya dari APBD Kabupaten dan APBDes,” ujar Ngakan Ngurah Adi.

Sementara Ketua TP PKK Surya Adnyani Mahayastra mengatakan berdasarkan Undang–undang 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ditetapkan kesehatan adalah keadaan sejahtera dari jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. “Secara holistik dan kesehatan jiwa merupakan bagian dari kesehatan yang tidak dapat dipisahkan,” kata Surya Adnyani Mahayastra.

Baca juga :  Tak Dapat Bantuan di Badung, Posko Pengaduan Menanti

Terkait dengan permasalahan pelayanan kesehatan bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat dan orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) yang menjadi salah satu program Presiden RI, Joko Widodo dalam periode kedua tentang sumber daya manusia (SDM) unggul, bahwa kesehatan fisik maupun jiwa merupakan prasyarat utama untuk menghasilkan SDM yang unggul. (c/116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini