Ditinggal ke Kebun, Dapur Ludes Terbakar

picsart 10 27 09.49.52
OLAH TKP - Polisi melakukan olah TKP kebakaran di Kintamani. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Kebakaran terjadi di Banjar/Desa Bayung Gede, Kintamani, Bangli, Selasa (26/10/2021) yang baru diketahui sekitar Pukul 19.00 Wita. Musibah itu dilaporkan ke Polsek Kintamani pukul 21.30 Wita. Sebuah bangunan dapur permanen beserta isinya milik I Nengah Jaya (51) ludes dilalap si jago merah.

Kapolsek Kintamani, AKP Benyamin Nikijuluw, Rabu (27/10/2021) mengungkapkan, Selasa sore sekitar Pukul 17.30 Wita, Jaya ditelepon saksi I Wayan Darma (48) dan mengabari dapur rumahnya terbakar. “Selanjutnya korban bergegas pulang dan mendapati api sudah membesar membakar dapur rumahnya,” ungkap Benyamin.

Saat itu juga korban bersama warga sekitar berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya hingga api dapat dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Namun korban mengalami kerugian kurang lebih Rp 100 juta.

Dari olah TKP dan identifikasi oleh Unit Reskrim Polsek Kintamani dipimpin Pawas Ipda I Made Wiryana, diduga api bersumber dari dupa yang masih menyala. Di mana sore sebelumnya korban sempat sembahyang di dapur. “Habis mebanten (haturkan canang) ditinggal ke kebun sorenya. Dupanya masih menyala,” sebut mantan Kanit Reskrim Polres Badung ini.

Baca juga :  Hindari Pohon Durian Roboh, Buruh Tewas di Got

Di hari yang sama sekitar pukul 14.30 Wita juga terjadi peristiwa serupa di Desa Pinggan, Kintamani. Sejumlah bangunan berupa gudang, garase dan sebagian bangunan dapur milik I Made Sumerdana (40) terbakar.
Selain bangunan, mobil Carry Suzuki Putura No Pol DK 8152 ME milik korban juga turut gosong. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Baca juga :  Napi dan WNA di Bangli Jalani Vaksinasi Tahap Dua

Kronologis kejadian, bermula sekira pukul 12.30 wita korban sembahyang di pondok miliknya. Setelah selesai, korban pergi ke RSUD Bangli untuk membesuk keluarganya yang sedang sakit.
Sekitar pukul 14.30 wita saat saksi
Nengah Kalam (35) dan I Wayan Sarda (33) sedang berkebun melihat kepulan asap dari pondok korban. Selanjutnya saksi menghubungi korban dan menyampaikan hal tersebut. Namun korban saat itu masih berada di Bangli sehingga saksi mendatangi pondokan korban dan melihat api sudah besar yang membakar gudang tempat menyimpan alat-alat pertanian, dapur dan garase beserta mobil.

Baca juga :  Terpeleset, Dua Pendaki Nyangkut di Jurang Gunung Batur

Dan, dari olah TKP, dugaan pemicunya sama dengan kebakaran di Bayung Gede yakni dari dupa yang menyala usai sembahyang lalu ditinggal pergi. “Ini menjadi perhatian kita semua, supaya selalu mengecek kondisi rumah saat ditinggal pergi. Apalagi rumah sepi. Misalnya kalau habis sembahyang, dupanya dimatikan dulu, listrik bila perlu dicabut juga jika perginya lama, untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan,” imbau Kapolsek yang biasa disapa Beny ini. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini