Aparat Desa Wajib Cegah Kekerasan Terhadap Anak dan TPPO

picsart 10 27 03.04.12
SOSIALISASI - Puluhan aparat desa mengikuti sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak dan perdagangan orang berlangsung di Dinas Pertanian Gianyar, Rabu (27/10/2021).

Gianyar, DENPOST.id

Kabupaten Gianyar sudah beberapa kali menerima penghargaan sebagai kabupaten/kota layak anak.Guna memantapkan kabupaten/kota layak anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Gianyar mengadakan sosialisasi pencegahan terjadinya kekerasan terhadap anak dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Kegiatan yang diikuti perwakilan dari 35 aparat desa dari 3 kecamatan di Kabupaten Gianyar itu berlangsung di ruang rapat Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Rabu (27/10/2021).

Kadis P3AP2KB Gianyar, Cokorda Gede Bagus Lesmana Trisnu, mengatakan, sosialisasi ini guna memantapkan penghargaan yang sudah diterima Kabupaten Gianyar sebagai kabupaten/kota layak anak melalui masyarakat maupun aparat desa. Diharapkan, setiap masyarakat maupun aparat desa wajib membantu kinerja pemerintahan demi menjaga anak terhindar dari kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang. “Dengan diadakannya sosialisasi ini bisa menyinergikan perwujudan kabupaten/kota layak anak di Kabupaten Gianyar, melalui masyarakat dan aparat desa,” katanya.

Baca juga :  Yoga Massal Viral, Pemilik House of Om Bali Dipanggil Bupati Gianyar

Narasumber, A.A. Made Putra Wirawan, mengatakan, anak-anak menjadi prioritas karena kekerasan terhadap anak akan membawa dampak buruk, apalagi anak akan menjadi penerus bangsa di kemudian hari. “Kita selaku pemerintah dari kalangan masyarakat atau aparat desa sangat diharapkan kontribusinya terkait mencegah kekerasan terhadap anak,” katanya.

Pendekatan desa dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak menjadi poin yang penting dalam bahasan kali ini. Hal tersebut sejalan dengan tugas desa adat dalam membuat awig-awig yang bertujuan untuk mengayomi krama adat termasuk anak-anak.

Baca juga :  Bupati Mahayastra Serahkan Bantuan Kursi Roda

“Desa adat wajib membuat awig-awig maupun pararem yang berkaitan dengan perlindungan, pencegahan korban kekerasan seksual terhadap anak,” harap Agung Made Putra.

Agung Putra Wirawan menegaskan, selain kekerasan, tindak pidana perdagangan orang juga menjadi sorotan di kalangan masyarakat, sehingga penanganan memerlukan langkah-langkah yang kongkret, komprehensif serta keterlibatan seluruh aspek baik pemerintah, masyarakat, maupun semua kepentingan. “Kita sebagai masyarakat harus melawan setiap kekerasan terhadap anak untuk menyelamatkan anak sebagai aset bangsa,” ajaknya.(116)

Baca juga :  Dewan Gianyar Setujui Ranperda APBD TA 2021 Jadi Perda

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini