Air PDAM di Kampung Gelgel Macet, Siswa Kesulitan Cuci Tangan

picsart 10 27 07.29.57
AIR MACET - Salah seorang murid TK Nurul Huda Kampung Gelgel, Klungkung, saat ingin mencuci tangan tapi air macet, Rabu (27/10/2021)

Semarapura, DENPOST.id

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Klungkung telah berjalan sebulan. Namun, ada sekolah yang belum maksimal menjalani protokol kesehatan bagi siswanya. Seperti terlihat di TK Nurul Huda di Desa Kampung Gelgel, Klungkung.

Air PDAM di sekolah tersebut, sebagian besar mati, sehingga anak-anak susah mencuci tangan untuk tetap tertib protokol kesehatan selama di sekolah.

Kondisi ini tidak ditampik Kepala Sekolah TK Nurul Huda Kampung Gelgel, Kiftiawati, Rabu (27/10/2021). Menurut Kiftiawati, layanan air bersih di kawasan Kampung Gelgel dalam sebulan terakhir mengalami gangguan. Hal ini berimbas ke sekolah yang harus menyediakan air bersih agar siswa dapat tetap melaksanakan protokol kesehatan selama pembelajaran tatap muka.

“Air PDAM di sekolah kami sebagian besar mati. Sementara ada beberapa keran air yang hidup, itupun airnya sangat kecil. Sehingga anak-anak susah mencuci tangan untuk tetap tertib protokol kesehatan selama di sekolah,” ungkapnya.

Baca juga :  Peradah Bali Ajak Umat Kawal Kasus DMD ke Ranah Hukum

Menurut Kiftiawati, layanan air PDAM di sekolahnya mulai macet pada pagi hari dan baru hidup pada malam harinya. Kondisi ini membuat petugas penjaga sekolah tengah malam harus menampung air agar bisa digunakan untuk pagi harinya. Selain itu anak didik juga harus berebut air untuk cuci tangan dari air yang ditampung sejak malam harinya. Jika air habis, guru terpaksa harus menggunakan handsanitizer untuk diusapkan di tangan para anak didik.

Baca juga :  Pura Dalem Setra Batununggul Terbakar

Sementara Direktur Perumda Panca Mahottama Klungkung, I Nyoman Renin Suyasa menjelaskan pihaknya telah menerjunkan tim teknis untuk menelusuri permasalahan distribusi air bersih di Desa Kampung Gelgel.

“Tim Teknis masih di lapangan, untuk menelusuri permasalahan air bersih di Gelgel,” ungkap Renin. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini