Dewan dan Bupati Mahayastra Sahkan 4 Ranperda jadi Perda

picsart 10 27 07.32.08
RAPAT PARIPURNA - DPRD Gianyar, menggelar rapat paripurna bersama Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, di Gedung DPRD Gianyar, Rabu (27/10/2021)

Gianyar, DENPOST.id

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gianyar, kembali menggelar rapat paripurna bersama Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, di Gedung DPRD Gianyar, Rabu (27/10/2021).

Dalam rapat paripurna yang dihadiri 30 Anggota Dewan Gianyar tersebut, akhirnya DPRD Gianyar bersama Bupati Mahayastra memutuskan rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Gianyar tahun 2022, menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Di samping itu, diputuskan 4 rancangan peraturan daerah (Perda) Kabupaten Gianyar tahun 2021 dan 2 Ranperda inisiatif DPRD Kabupaten Gianyar tahun 2021 menjadi Perda.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra saat membacakan pendapat akhir lembaga menegaskan penyusunan APBD tahun anggaran 2022, telah sesuai dengan Permendagri.

Dikatakannya, penyusunan APBD tahun anggaran 2022, sesuai dengan Permendagri Nomor 33 tahun 2019 tentang Pedoman penyusunan APBD Tahun Anggaran 2022 dengan mensinkronisasikan KUA dan PPAS yang disepakati antara kepala daerah bersama pimpinan DPRD, sehingga pengalokasian anggaran belanja daerah dilakukan sesuai dengan skala prioritas, dapat mengurangi ketimpangan dan kesenjangan dalam berbagai hal, peningkatan daya saing daerah, serta dijadikan alat ukur kinerja bagi pemerintah daerah, sehingga tercipta pemerintahan daerah yang efesien, efektif, transparan dan akuntabel, apalagi didalam situasi pandemi saat ini.

Baca juga :  Desa Adat Kesiman Tutup Aktivitas Asram Krisna Balaram

Melalui berbagai proses persidangan, DPRD Gianyar dan Bupati Gianyar memutuskan pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp1,955 triliun lebih terdiri dari PAD sebesar Rp779 miliar lebih, pendapatan transfer sebesar Rp1,121 triliun lebih dan lain pendapatan yang sah sebesar Rp55,316 miliar lebih.

Selain itu disampaikan belanja daerah direncanakan sebesar Rp2,014 triliun lebih yang terdiri dari belanja operasi sebesar Rp1,559 triliun lebih dan belanja modal sebesar Rp226,993 miliar lebih, belanja tidak terduga sebesar Rp1,000 miliar, belanja transfer sebesar Rp227,086 miliar lebih, sehingga terjadi defisit anggaran tahun 2022 sebesar Rp58,931 miliar. Defisit ini akan ditutup dari pinjaman daerah dan sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2021. Untuk pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan sebesar Rp173,020 miliar lebih dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp114,088 miliar lebih.

Baca juga :  Gepeng Kembali Berkeliaran di Gianyar

Di samping itu, ditetapkan 4 Ranperda Gianyar tahun 2021 menjadi perda tentang penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman, rancangan Perda tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi, Ranperda Kabupaten Gianyar tentang Penyelenggaraan Perlindungan Sosial Bagi Penyandang Masalah Kesehatan Sosial, dan Ranperda tentang Pengarusutamaan Gender.

Dalam rapat paripurna tersebut juga ditetapkan 2 buah Rancangan Peraturan Daerah Inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gianyar menjadi peraturan daerah, yakni tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Krama Bali dan tentang Perlindungan dan Pelestarian Bendega.

Baca juga :  Evaluasi Prokes Cegah Covid-19, Polres Bangli Lakukan Ini

Dengan ditetapkannya ranperda menjadi perda, Bupati Mahayastra menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD. “Terima kasih kepada pimpinan dan segenap Anggota Dewan yang telah memberikan persetujuan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2022, beserta penetapan 4 ranperda Kabupaten Gianyar dan 2 ranperda inisiatif DPRD Kabupaten Gianyar untuk ditetapkan menjadi perda,” kata Bupati Mahayastra. (c/116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini