Tata Kawasan Kumuh, Pemkot Anggarkan Ratusan Juta Rupiah

kumuh 1
DITATA - Dinas Perumahan Kawasan Permukinan dan Pertanahan Kota Denpasar menata kawasan permukiman kumuh di bantaran Tukad Badung, Jl. Pulau Biak I, lingkungan Br. Jematang, Denpasar.

Lumintang, DENPOST.id

Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Denpasar menata kawasan permukiman kumuh bantaran Tukad Badung di Jl. Pulau Biak I, Banjar Jematang Denpasar. Dana yang dianggarkan senilai Rp 491,638 juta.

”Penataan kawasan permukiman kumuh di bantaran Tukad Badung, lingkungan Banjar Jematang ini dianggarkan melalui APBD induk tahun 2021. Proyek penataan kawasan kumuh tersebut sedang dalam pengerjaan dengan waktu 90 hari kerja,’’ kata Kabid Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan dan Pertanahan Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Putra Pradnyana, Kamis (28/10/2021).

Baca juga :  Sadis, Perempuan Muda Ditemukan Tewas Dengan Leher Tergorok

Dewa Pradnyana mengungkapkan, penataan tersebut untuk memperindah dan mempercantik bantaran Tukad Badung agar masyarakat yang tinggal di pinggir sungai merasa nyaman. Selain menata bantaran sungai, juga menata sanitasi, memperindah gang dengan tanaman hias dan memasang lampu penerangan. “Penataan kawasan pemukiman kumuh dilakukan mulai dari gang, bantaran sungai secara menyeluruh sehingga masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan dekat sungai hidup nyaman dan bersih. Karenanya kami minta masyarakat yang tinggal di bantaran sungai tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga lingkungan tetap bersih,’’ pinta Dewa Pradnyana.

Dia menjelaskan, penataan kawasan kumuh yang luasnya 10-15 hektar menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Bali. Bila permukiman kumuh di bawah luasan tersebut maka penataan dilakukan Pemerintah Kota Denpasar. ”Kami berharap penataan kawasan pemukiman kumuh di Kota Denpasar di masa pandemi Covid-19 terus berlanjut guna dapat menciptakan lingkungan besih, asri, sehat dan nyaman,’’ ucapnya.

Baca juga :  Layanan Perekaman E-KTP di Denpasar Ditunda Dua Pekan

Dewa Pradnyana menerangkan, luas kawasan kumuh di Kota Denpasar tahun 2019 mencapai 77,1676 hektar. Tahun 2021 luas kawasan kumuh turun menjadi 51,9966 hektar. Kecamatan Denpasar Selatan (Densel) memiliki wilayah kumuh paling luas yakni 25,7834 hektar, Denpasar Utara (Denut) 20,1843 hektar, Denpasar Barat (Denbar) 4,8989 hektar dan Denpasar Timur (Dentim) 1,1300 hektar.

Selain melakukan penataan permukiman, Pemkot juga menata ruang hijau terbuka dan jalan inspeksi. ”Kami berharap setelah penataan kawasan permkuminan kumuh dan penataan bantaran sungai diserahkan, masyarakat ikut menjaga dan memelihara agar taman yang ada tetap terpelihara,’’ tandasnya. (103)

Baca juga :  Polresta Berhasil Identifikasi Perampok SPBU, Periksa Rumah Kos di Densel dan Kutsel

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini