Unit Tipikor Bersiap Tetapkan Tersangka Kasus BUMDes Jehem

jehem 1
GELAR KASUS - Ekspose atau gelar kasus yang dilakukan Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Bangli. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Bangli bersiap menetapkan tersangka terkait dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh oknum pegawai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Jehem, Tembuku, Bangli. Kesiapan tersebut diketahui dari proses audit yang sedang sedang berjalan.

“Belum tetapkan tersangka, karena kami masih menunggu hasil audit yang masih proses. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah selesai,” kata Kanit Tipikor Ipda Wayan Dwipayana, seizin Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, Kamis (28/10/2021).

Proses audit dilakukan untuk mengetahui secara pasti jumlah kerugiaan yang ditimbulkan oleh oknum pegawai BUMDes yang diduga melakukan tindakan pidana korupsi tersebut. Pihaknya meyakini proses audit tersebut akan segera rampung. Sebab pengajuannya sudah dilakukan sejak 1,5 bulan lalu, setelah penggeledahan dilakukan di Kantor Desa Jehem, Juli lalu.

Selain audit, pihaknya juga sudah menggelar ekspose beberapa waktu lalu. Sembari menunggu hasil audit keluar, pihaknya kini masih melakukan pemeriksaan saksi. Ada sekitar 40-an orang saksi yang diperiksa dalam kasus ini.

Baca juga :  Bangli Kekurangan 46 Kepala Sekolah

Dari pemeriksaan saksi, lanjut Dwipayana, pihaknya sejatinya sudah bisa mengerucutkan satu nama sebagai tersangka dalam kasus ini. “Sudah ada satu nama. Tapi nantilah setelah hasil audit itu keluar, supaya prosesnya benar,” tegasnya.

Kasus ini mencuat berdasarkan kasak-kusuk di desa yang menyebutkan ada oknum yang telah mengambil uang BUMDes sekitar Rp 149 juta. Dari informasi tersebut pihak desa kemudian melakukan pertemuan dengan pengurus BUMDes, pengawas hingga pendamping desa.

Baca juga :  Curi Ayam, Nyaris Diamuk Massa

Saat itu, oknum bendahara yang dicurigai dikatakan sudah mengakui perbuatannya. Terungkap bahwa cara pengambilan uang yakni tidak membayarkan kredit nasabah. “Nasabah yang membayar kredit tapi tidak disetorkan. Yang harusnya sudah lunas, masih tercatat ada kredit,” sebut sumber yang enggan namanya dikorankan.

Selain itu, nasabah yang melakukan pinjaman, nilainya justru ditingkatkan. Bahkan ada pula pengambilan uang tunai sebesar Rp 30 juta tanpa sepengetahuan ketua.

Baca juga :  Wakapolres Bangli Dampingi Wakapolda Bali Panen Raya Ikan di Kintamani

Menyikapi kondisi tersebut, pihak desa sudah 8 kali melakukan pertemuan. Diupayakan agar masalah dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Bahkan oknum bendahara ini diberikan keringanan dalam mengganti dana yang diambil dengan cara mencicil. Oknum bendahara diberikan meminjam dana di BUMDes, dengan catatan memberikan jaminan. Diberikan pinjam di BUMDes dengan menyertakan jaminan. Namun alasannya tidak punya benda yang bisa dijadikan jaminan.

Upaya kekeluargaan telah ditempuh, namun tidak ada tanggapan. Kemudian setelah melalui pembahasan, akhirnya penanganan kasus lewat jalur hukum. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini