Mengaku Bisa Bantu Jadi Pegawai PDAM, Karyawan BUMD Gasak Ratusan Juta Rupiah

gambar 1
DIAMANKAN - Tersangka I Made Arjana (41) saat diamankan di Polsek Abiansemal.

Abiansemal, DENPOST.id

Aparat Unit Reskrim Polsek Abiansemal mengungkap kasus penipuan dengan modus mengiming-imingi menjadi pegawai di Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Polisi menangkap seorang tersangka yakni I Made Arjana (41), di rumahnya di Banjar Dinas Semingan, Desa Petiga, Kecamatan Marga, Tabanan, Rabu (27/10/2021).

Kasi Humas Polres Badung, Iptu Ketut Sudana, mengatakan, tersangka yang bekerja sebagai karyawan di salah satu Badan Usaha Milik Desa (BUMD) di Tabanan itu ditangkap usai dilaporkan oleh korban bernama I Made Mudita (42). Korban yang beralamat di Banjar Bersih, Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung itu mendatangi Polsek Abiansemal karena mengaku menjadi korban penipuan. “Setelah menyerahkan uang Rp 110.000.000 ke I Made Arjana, ternyata korban tak kunjung menerima panggilan bekerja sebagai pegawai PDAM,” ungkapnya, Kamis (28/10/2021).

Baca juga :  Lagi, Ditemukan Kloset di Samping Pelinggih 

Saat korban dimintai keterangan terkait kasus penipuan yang dialaminya, kata Sudana, awalnya tersangka menjanjikan korban bisa membantu menjadi pegawai PDAM di Badung. Tersangka kemudian meminta sejumlah uang untuk menyogok orang dalam di PDAM agar bisa meloloskan korban menjadi pegawai. “Korban merasa yakin, terlebih tersangka mengaku memiliki kenalan pejabat dan sudah biasa membantu meloloskan orang untuk bekerja di perkantoran pemerintah,” bebernya.

Selanjutnya, korban dan tersangka janjian bertemu untuk menyerahkan uang agar dibantu menjadi pegawai PDAM. Mereka sepakat bertemu di Depan Bank Krisna, Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung pada Senin 24 Pebruari 2020. “Saat itu korban menyerahkan uang Rp 110.000.000,” kata Sudana.

Baca juga :  Mudahkan Pelanggan, IKEA Buka Customer Meeting Point di Bali

Hingga lebih dari setahun pascamenyerahkan uang, korban belum juga menerima panggilan bekerja. Dan, tersangka yang dimintai pertanggungjawaban selalu menghindar. Korban mulai curiga dan merasa ditipu. “Korban memilih melapor ke polisi pada Rabu 27 Oktober 2021,” bebernya.

Tersangka yang diinterogasi mengaku telah melakukan penipuan terhadap empat korban lainnya dengan modus yang sama. Kemudian hasil kejahatannya dipakai tersangka untuk operasi sesar kelahiran anaknya dan untuk biaya berobat istrinya. Termasuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Kami harapkan, para korban penipuan lainnya agar melapor ke kantor polisi. Agar kasusnya bisa diusut dengan tuntas,” tegas Sudana. (124)

Baca juga :  Warga Baluk Jatuh ke Sumur Sedalam 20 Meter

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini